1. FSV Mainz 05 v FC Bayern München - BundesligaGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Anekdot aneh tentang bintang Bayern München, Michael Olise, tiba-tiba terungkap

Seorang mantan pelatih akademi Michael Olise mengungkap kebiasaan tak biasa yang dulu sering dilakukan oleh penyerang sayap Bayern München tersebut.

''Setiap pagi saat saya tiba di lapangan latihan, Michael biasanya sudah duduk di dalam mobilnya, tertidur lelap,'' kata Mark Bowen, yang melatih Olise selama tahun-tahun pertamanya sebagai pemain profesional di Reading, dalam program ZDF Bolzplatz.

  • Saat masih remaja, Olise baru saja menembus tim utama klub yang saat itu bermain di divisi dua Inggris. Namun, sang penyerang masih tinggal bersama keluarganya di London. Setiap pagi, ia harus berjuang melewati kemacetan lalu lintas ibu kota agar bisa tiba di Reading tepat waktu.

    ''Dia bilang dia tidak mau terjebak macet dan tidak mau terlalu lama di dalam mobil. Dia mungkin sudah berangkat pukul setengah enam pagi agar bisa tiba tepat waktu di sesi latihan,'' kata Bowen, yang kini menjabat sebagai direktur teknis di klub divisi kelima Inggris, Forest Green Rovers. ''Yang anehnya, Olise tiba di lapangan latihan dan tertidur di balik kemudi.''

    “Ketika latihan dimulai pukul 09.00 pagi, para pemain senior mendatangi saya dan bertanya: ‘Di mana Michael? Kenapa dia terlambat?’ Saya lalu menjawab: ‘Dia mungkin terlambat untuk latihan, tapi saat kalian masih di tempat tidur, dia sudah berada di area parkir.’ Dia masih anak-anak dan tertidur. Kami harus mengetuk kaca mobil untuk membangunkannya sebelum latihan," kenang Bowen.

  • Iklan
  • Paris Saint-Germain v FC Bayern München - UEFA Champions League 2025/26 Semi Final First LegGetty Images Sport

    Olise sempat bermain sebentar di akademi muda Arsenal sebelum pindah ke Chelsea, tempat ia berkarier selama tujuh tahun. Pada usia empat belas tahun, Chelsea melepasnya, meskipun bakatnya sangat jelas, dan ia langsung bergabung dengan Manchester City. Namun, masa tinggalnya di sana hanya berlangsung selama satu tahun.

    Akhirnya, Olise bergabung dengan Reading pada usia lima belas tahun dan kurang dari dua tahun kemudian ia berhasil menembus tim utama. ''Mengapa ia bergabung dengan Reading setelah bermain di klub-klub papan atas itu?'' tanya mentornya, Bowen, yang hingga kini masih bertanya-tanya. ''Satu-satunya hal yang bisa saya pikirkan adalah bahwa klub-klub itu mungkin melihat kepercayaan dirinya sebagai hal yang negatif. Bahwa menurut mereka, dia mungkin seharusnya lebih rendah hati.''

    Di bawah asuhan Bowen, Olise menjadi pemain andalan di Reading dan pada 2021 ia pindah ke Crystal Palace, di mana ia menancapkan namanya di Liga Premier. Bayern kemudian membayar tak kurang dari 53 juta euro untuk pemain internasional Prancis itu pada 2024, jumlah yang telah sepenuhnya terbayar kembali kurang dari dua tahun kemudian. Di klub juara Jerman itu, Olise telah berkembang menjadi salah satu talenta terbesar di dunia sepak bola. Baru-baru ini, ia tampil mengesankan dalam laga sengit antara Bayern dan Paris Saint-Germain, yang berakhir dengan skor 5-4 untuk tim Prancis. Secara total, pemain yang kini berusia 24 tahun ini telah mencetak 20 gol dan 29 assist dalam 47 pertandingan musim ini.