AFPDiterjemahkan oleh
Adi Hutter angkat bicara soal spekulasi terkait posisi pelatih Tottenham setelah kepergian Igor Tudor
Hutter menanggapi kabar yang mengaitkannya dengan Tottenham
Setelah pemecatan Tudor di Tottenham, spekulasi mengenai kemungkinan penunjukan Hutter semakin menguat. Manajer berusia 56 tahun itu, yang tidak terikat kontrak dengan klub mana pun sejak meninggalkan Monaco pada bulan Oktober, memutuskan untuk menanggapi rumor yang semakin santer tersebut dengan merilis pernyataan resmi kepada media guna mengklarifikasi posisinya saat ini.
Menurut Sky Sports Austria, ia mengatakan: "Dalam beberapa hari dan minggu terakhir, saya semakin sering dikaitkan dengan berbagai klub. Namun, seperti yang sudah saya sampaikan segera setelah masa jabatan saya di Monaco, saya pada dasarnya ingin kembali bekerja sebagai pelatih kepala pada awal musim baru secepatnya. Sikap saya mengenai hal ini tidak berubah sejak saat itu."
Getty Images SportSpurs dilanda kekacauan pasca kepergian Tudor
Waktu pernyataan Hutter ini menjadi pukulan lain bagi Spurs, karena rencana untuk mendatangkan pelatih asal Austria tersebut tampaknya tertunda setidaknya hingga akhir musim ini.
Tottenham memutuskan untuk berpisah dengan Tudor pada hari Minggu setelah rentetan tujuh pertandingan yang buruk yang gagal menghentikan penurunan performa klub di Liga Premier. Keputusan untuk memecat Tudor diambil setelah kekalahan memalukan 3-0 di kandang melawan Nottingham Forest, hasil yang membuat tim asal London itu terpuruk di peringkat ke-17. Spurs kini terjebak dalam pertarungan menghindari degradasi yang tak banyak orang duga pada awal musim.
Situasi panik di Tottenham
Situasi di Tottenham Hotspur Stadium semakin genting seiring musim yang memasuki fase akhir. Setelah kekalahan dari Forest, Spurs kini hanya unggul satu poin dari rival sekota mereka, West Ham United, yang menduduki posisi terakhir zona degradasi. Ketidakstabilan di kursi pelatih semakin memperparah kekhawatiran seputar status klub di kasta tertinggi.
Pemecatan Tudor setelah masa jabatan yang begitu singkat mencerminkan keputusasaan di jajaran direksi untuk menemukan solusi yang menjamin kelangsungan hidup di Liga Premier, meskipun keraguan Hutter menunjukkan bahwa mereka mungkin harus mencari alternatif lain untuk solusi segera.
AFPApa yang akan terjadi selanjutnya bagi Tottenham?
Pihak manajemen Tottenham kini harus mengalihkan perhatian ke kandidat lain yang bersedia mengambil alih tugas penyelamatan jangka pendek. Klub ini semula berharap dapat segera mendapatkan pengganti berkualitas tinggi untuk membangkitkan kembali semangat skuad yang tampak kehilangan kepercayaan diri di bawah kepemimpinan singkat Tudor.
Proses pencarian pelatih kemungkinan akan semakin intensif dalam beberapa hari ke depan, karena dewan direksi mencari manajer yang mampu mengarahkan tim menjauhi zona degradasi. Spurs akan kembali beraksi di Liga Premier saat bertandang ke Sunderland pada 12 April.
Iklan
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

