Striker veteran AC Milan Zlatan Ibrahimovic menyatakan, tingkah laku Diego Maradona di luar lapangan tidak penting dalam hal warisan abadi sebagai pesepakbola dan manusia.
Juara Piala Dunia dan legenda Argentina, Maradona, meninggal dunia di usia 60 tahun di Tigre, dekat Buenos Aires, setelah menderita serangan jantung pada Rabu (25/11).
Maradona sebenarnya dalam masa pemulihan setelah menjalani operasi otak yang berhasil pada 3 November, dan menjalani perawatan sebagai pasien rawat jalan di rumahnya.
Maradona, yang membawa Argentina meraih kejayaan di Piala Dunia 1986, juga dirawat akibat ketergantungan alkohol, dan perjuangannya dengan penyalahgunaan narkoba selama dan setelah karier bermainnya didokumentasikan dengan bagus.
Namun, namun mantan pemain Napoli dan Barcelona itu disebut-sebut sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa.
Pele, Gary Lineker, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Pep Guardiola, Jurgen Klopp, dan Zinedine Zidane semuanya memberi penghormatan kepada Maradona.
Ibra memberi testimoni pribadinya tentang Maradona dalam sebuah wawancara dengan Sky Sports, dengan menyatakan bahwa masalah pribadi sang legenda tidak akan mengurangi pengaruh yang diberikannya pada sepakbola.
"Bagi saya, Maradona adalah lebih dari sekadar sepakbola. Itu telah menjadi agama bagi banyak orang dan saya cukup beruntung untuk mengenalnya dan berbicara dengan dia," ujar Ibra.
"Ia adalah simbol dari apa yang telah dia lakukan di lapangan. Saya selalu menilai dia atas apa yang dilakukannya di lapangan. Apa yang dia lakukan di luar lapangan, menurut saya, adalah masalahnya dan bukan masalah kami."
"Kita harus mengingat dia dengan prestasinya sebagai pesepakbola dan menurut saya, ia akan dikenang selamanya. Ketika Anda melihat nomor 10, siapa yang Anda pikirkan? Maradona."
"Itu adalah simbol, bahkan saat ini ada yang memilihkan nomor itu untuknya."
Ibra menambahkan, Maradona adalah seorang jenius yang membuat dirinya berbeda dengan yang lain di level paling tinggi.
"Sebagai pribadi, ia melakukan segalanya dengan hatinya, tidak ada motif atau pemikiran yang lain," ujar pemain asal Swedia berusia 39 tahun itu lagi.
"Saya tidak tahu apakah itu adalah hal yang benar, tapi itulah mengapa seisi dunia mencintai dia."
"Maradona melakukan segalanya dengan hatinya, dan akan selalu dikenal sebagai nomor satu."
