Ujung tombak Swedia Zlatan Ibrahimovic mengakui penampilannya mengalami penurunan, sehingga membutuhkan menit bermain lebih banyak agar ia mendapatkan performa bagus seperti sebelumnya.
Ibrahimovic tampil sebagai starter ketika Swedia dikalahkan Georgia 2-0 dalam pertandingan Grup B kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa. Kekalahan itu membuat Swedia harus menjalani partai menentukan melawan tuan rumah Spanyol, Senin (15/11) dinihari WIB, untuk mengamankan tiket langsung ke putaran final, tanpa harus melalui babak play-off.
Kekalahan dari Georgia membuat Ibrahimovic mendapat kritikan pedas. Namun penyerang AC Milan ini bergeming, dan bertekad untuk memperlihatkan performa terbaiknya sekaligus meloloskan Swedia. Saat ini, Swedia hanya terpaut satu poin dari Spanyol yang berada di puncak klasemen sementara.
“Saya menemui kesulitan di depan gawang. Saya minim kecepatan bermain. Saya butuh bermain. Lebih banyak saya dimainkan, saya akan lebih baik,” ujar Ibrahimovic dikutip laman La Gazzetta dello Sport.
“Kita akan lihat apa yang pelatih [Janne] Andersson inginkan, dan apa rencananya. Jika dia menginginkan saya berada di atas lapangan, saya siap. Secara mental saya sudah siap ketika dipanggil [ke timnas].”
“Spanyol merupakan tim yang bagus, dan kami sudah melihat mereka bermain di Nations League melawan Italia dan Prancis. Gaya bermain mereka bukan rahasia lagi. Swedia harus melakukan segalanya, dan mental merupakan hal paling penting.”
Salah satu cara untuk menundukkan Spanyol adalah memanfaatkan set-piece. Swedia mempunyai tiga eksekutor untuk melakukan hal itu. Selain Ibrahimovic, dua pemain lainnya adalah Emil Forsberg dan Jesper Karlsson.
“Anda harus melihat siapa saja yang berada di lapangan. Kami mempunyai beberapa eksekutor tendangan bebas yang bagus. Saya biasanya mengambil dua atau tiga tendangan bebas,” ungkap Ibrahimovic dikutip laman Sport Bladet.
“Tapi itu bergantung kepada jarak, sudut tendangan, dan perasaan di pertandingan. Kami biasanya membahas terlebih dulu, dan lalu mengambil keputusan. Tapi Emil yang mengambil keputusan akhir.”
Hanya saja, ambisi Swedia untuk mengalahkan Spanyol menemui hambatan. Mereka tidak bisa melakoni latihan secara maksimal di Estadio La Cartuja de Sevilla, karena separuh lapangan sedang dalam perawatan.
“Ini sungguh mengganggu. Seharusnya persiapan untuk pertandingan ini berjalan bagus. Saya menaruh hormat, tapi ini yang mereka (panpel pertandingan) lakukan hari ini. Ini sungguh keterlaluan,” cetus Andersson.
