20230315 Zlatan Ibrahimovic(C)Getty Images

Zlatan Ibrahimovic Anggap Duel Lawan Romelu Lukaku Tak Spesial

Ujung tombak Swedia Zlatan Ibrahimovic mengangap penyerang Belgia Romelu Lukaku bukan pemain spesial, sehingga duel kedua tim di Grup F kualifikasi Piala Eropa 2024, Sabtu (25/3) dini hari WIB, sebagai laga biasa saja.

Swedia dan Belgia difavoritkan lolos sebagai wakil Grup F dibandingkan Austria, Azerbaijan dan Estonia. Tak heran bila pertemuan kedua tim pada akhir pekan ini menjadi salah satu yang mendapat perhatian.

Hal itu juga tak lepas dari kebijakan pelatih Swedia Jan Olaf Andersson yang memasukkan nama Ibrahimovic ke dalam skuad, meski sudah mencapai usia 41 tahun. Di lain sisi, striker AC Milan itu akan adu tajam dengan Lukaku yang memperkuat Inter.

Baik Ibrahimovic dan Lukaku memang sedang mendapatkan musim yang tidak bagus. Ibrahimovic belum lama pulih dari cedera, dan baru dimainkan di empat laga Serie A, serta mencetak satu gol. Sedangkan Lukaku tampil di 18 laga di seluruh kompetisi, dan baru melesakkan lima gol.

“Kami merupakan tim yang bagus, dan berada di grup tidak mudah. Sementara pertandingan melawan Belgia yang diperkuat Lukaku akan menjadi laga biasa saja,” ujar Ibrahimovic dikutip laman Calciomercato.

Ibrahimovic juga merasa gerah dengan pertanyaan jurnalis mengenai perannya di Milan dan Swedia. Ibrahimovic mempunyai kesempatan untuk meninggalkan Milan selepas menjadi juara Serie A musim lalu, namun memilih bertahan di klub kota mode Italia tersebut.

“Meninggalkan Milan setelah meraih gelar akan terlalu mudah. Itu bukanlah akhir yang cocok buat saya. Saya di sini untuk membuat perbedaan, jika tidak, saya tidak akan berada di sini,” tegas Ibrahimovic.

“Saya tidak ingin berbicara tentang usia saya. Saya harus menunjukkan banyak hal untuk membuktikan kepada mereka yang mengira saya sudah tamat, bahwa mereka salah.”

“Saya menjalani tiga operasi dalam 14 bulan. Tetapi ada saat ketika lutut tidak membaik. Saya seperti berada di dalam terowongan, dan tidak bisa melihat cahaya di ujungnya, namun untungnya sudah membaik.”

“Saya tidak pernah menyerah. Tantangan memberi saya adrenalin. Kalian para jurnalis juga turut membantu di awal karir saya. Ketika saya masih muda, Anda akan menulis saya berbeda, egosentris, dan pembuat onar. Anda telah membantu saya sepanjang jalan.”

Iklan
0