Masa depan pemain internasional Maroko, Hakim Ziyech, bersama Wydad Athletic Club masih menggantung, seiring berlanjutnya negosiasi antara kedua belah pihak tanpa tercapainya kesepakatan akhir yang menentukan apakah sang pemain akan melanjutkan perjalanannya bersama tim berkostum merah itu atau akan pergi dalam waktu dekat.
Di sisi lain, manajemen Wydad tengah berupaya menata ulang kewajiban finansialnya, dan berusaha mencapai formula baru yang menjamin bertahannya sang pemain, dengan meringankan tekanan yang berkaitan dengan nilai gaji bulanannya.
Menurut data yang dilansir situs Hesport Maroko dari sumber-sumber yang dekat dengan klub, proposal manajemen tidak serta-merta mencakup pemotongan total hak finansial Ziyech, melainkan berfokus pada perubahan mekanisme pembayarannya.
Formula yang diusulkan mencakup pengurangan gaji bulanan, sebagai imbalan atas bonus tanda tangan yang dibayarkan secara bertahap.
Namun, usulan ini tidak mendapat persetujuan dari pemain Maroko tersebut, yang lebih memilih mempertahankan syarat-syarat finansial yang berlaku saat ini, sehingga negosiasi tetap terbuka dan menunda pengumuman keputusan akhir.
Masa Depan yang Tak Menentu
Manajemen Wydad berusaha mencapai keseimbangan antara tuntutan para suporter, yang menekan agar Ziyech dipertahankan, dengan kebutuhan mereka untuk menerapkan pengelolaan finansial yang lebih fleksibel, sementara sang pemain terus berpegang pada sikap dan syarat-syaratnya.
Dengan demikian, masa depan Hakim Ziyech bersama Wydad tetap bergantung pada hasil putaran-putaran negosiasi berikutnya, sambil menanti formula kompromi yang memuaskan kedua belah pihak, atau keluarnya pengumuman resmi yang menuntaskan nasib salah satu berkas paling menonjol tim pada periode saat ini.

