Zinedine Zidane menegaskan dirinya tidak akan mundur sebagai pelatih Real Madrid meski timnya terpuruk usai kalah 2-0 dari Shakhtar Donetsk di Liga Champions.
Harapan Madrid untuk lolos ke babak 16 besar Liga Champions mulai menipis setelah kalah di Kiev gara-gara sepasang gol tuan rumah yang dicetak oleh Dentinho dan Manor Solomon.
Hasil tersebut melengkapi kemenangan ganda wakil Ukraina itu atas pasukan Zidane, setelah sebelumnya pada Oktober lalu mereka menang 3-2 di kandang Madrid.
Zidane kini mulai merasakan tekanan yang membesar karena Madrid mengalami tiga kekalahan dalam lima pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi.
Sang juru taktik asal Prancis, bagaimana pun, bersikeras tidak akan mundur dari jabatannya.
"Saya tidak akan mengundurkan diri, tidak sama sekali," katanya usai kekalahan, Rabu (2/12) dini hari WIB.
"Kami selalu mengalami saat-saat sulit. Benar bahwa ini adalah rekor buruk dalam hal hasil akhir, namun kami harus terus melangkah ke depan. Hari ini adalah final, kami mempersiapkan diri dengan sangat baik, tapi kami tahu ada pertandingan yang harus dilalui dan kami harus menang, hanya itu."
Anak buah Zidane juga kalah dari Alaves di La Liga pada akhir pekan lalu dan meski pun ia mengakui timnya pantas kalah waktu itu, ia merasa bahwa Madrid tidak beruntung ketika menghadapi Shakhtar.
"Saya percaya pada para pemain dan tentu saja saya memiliki kekuatan. Beberapa hari yang lalu melawan Alaves kami tidak pantas menang namun hari ini kami melakukannya. Tidak ada pilihan selain bekerja dan terus melangkah agar hasil yang baik bisa kembali didapatkan."
Pertahanan menjadi titik lemah bagi Madrid, terutama di Liga Champions. Usai kekalahan dari Shakhtar, Madrid telah kebobolan sembilan gol dalam lima laga, yang merupakan rekor terburuk mereka dalam sejarah fase grup.


