Berita Live Scores
NxGn

Youssoufa Moukoko - Striker Terbaik Dunia Berikutnya Atau Hanya Titisan Freddy Adu?

21.01 WIB 14/06/19
Youssoufa Moukoko Borussia Dortmund NxGn
Mempertanyakan masa depan Moukoko memang hal yang wajar, tapi dia menunjukkan punya bakat mencetak gol di Borussia Dortmund.

OLEH   DENNIS MELZER   PENYUSUN  M. RHEZA PRADITA

“Tuhan memberi Anda kehidupan yang sulit karena dia tahu sejak awal seberapa kuatnya Anda.”

Ketika kata-kata seperti itu diposting di Instagram, kemungkinan besar akan berasal dari seseorang yang memiliki pengalaman hidup, dan ingin berbagi kebijaksanaan dengan dunia. Tetapi kutipan itu datang dari akun pemain sepakbola berusia 14 tahun. Lebih tepatnya seorang pemain sepakbola berusia 14 tahun dengan lebih dari 317,000 pengikut di media sosial.

Namanya adalah Youssoufa Moukoko, dan jika perkembangannya berjalan lancar, cepat atau lambat dia akan menjadi pencetak gol sensasional berikutnya di dunia sepakbola. Moukoko lahir di ibu kota Kamerun, Yaounde, dan dibesarkan di daerah mayoritas muslim Briqueteria.

Sedikit orang yang mengetahui pengalaman sepakbola pertamanya, tetapi sejak dia bergabung dengan akademi St Pauli pada usia sepuluh tahun, setelah dibawa sang ayah Joseph ke Jerman, dia mulai mencuri perhatian.

“Kami mengadakan pertemuan mingguan dengan semua pelatih, dan manajer tim U-14 masuk dan mengatakan dia punya pemain di ruang ganti yang belum pernah dilihatnya memiliki kualitas yang sama dengan pemain seusianya, dia sangat luar biasa dan kami harus melihatnya,” ujar mantan direktur olahraga St Pauli Thomas Meggle.

Bakat dan fisik Moukoko memang tidak wajar untuk pemain seusianya, dan dia langsung dipromosikan ke tim U-15. Pada akhir musim, dia telah mencetak 23 gol dalam 13 pertandingan di liga regional tempat mereka bermain. Manchester United hanyalah satu tim yang menunjukan ketertarikan untuk mendapatkan jasanya.

Namun, muncul keraguan apakah Moukoko benar-benar memiliki usia yang sesuai dengan yang diklaim sang ayah, yang telah bekerja di Hamburg selama 25 tahun sebelum membawa putranya ke Eropa dari Afrika.

“Jika Anda melihatnya secara fisik dan dalam hal perkembangan, maka tentu saja pertanyaan tentang usia muncul,” jelas Meggle. “Kami ditunjukkan dokumen yang sah, yang sangat krusial.”

Bahkan kemudian perdebatan tentang usia Moukoko semakin intensif. Ayahnya mengklaim bahwa dia telah meminta untuk mendaftarkan anaknya di konsulat Jerman di Yaounde, namun ditolak oleh kantor asing, dan baru pada 2016 Moukoko memperoleh akta kelahiran Jerman. Pada tahun yang sama dia membuat keputusan untuk bergabung dengan Borussia Dortmund.

“Tentu saja kami telah mencoba segalanya untuk mempertahankannya, tetapi dengan klub-klub besar kami tidak bisa mengimbanginya,” kenang Meggle.

Meskipun Dortmund dianggap sebagai salah satu klub top terbaik di Eropa untuk mengembangkan bakat pemain muda, dan penggemar hanya perlu melihat perkembangan pemenang NxGn GOAL 2019 Jadon Sancho untuk membuktikannya,  beberapa orang mempertanyakan keputusan Moukoko. Pertanyaan tentang usianya pun terus berlanjut.

“Saya tidak berpikir dia 12 tahun. Para pemain saya juga tidak [percaya],” kata pelatih Hombruch U-17 Matthias Jabsen setelah sebuah pertandingan pada musim pertama Moukoko di Dortmund, di mana dia mencetak dua gol.

“Saya tidak mengerti mengapa ayah sang pemain tidak melakukan tes umur, yang akan membantu semua orang.”

Lars Ricken, koordinator akademi Dortmund, kemudian langsung menegaskan: “Dia berusia 12 tahun. Itu fakta, tidak ada keraguan tentang itu.”

Terlepas dari semua hal ini, Moukoko mampu tetap fokus untuk melakukan hal terbaik yang bisa dilakukannya, mencetak gol. Selama musim 2017/18 dia mencetak 40 gol dalam 28 pertandingan untuk Dortmund U-17. Musim ini dia telah meningkatkan produksinya menjadi 48 gol, termasuk dua dalam kemenangan leg pertama semi-final kejuaraan U-17 atas Wolfsburg.

Dengan demikian, Dortmund telah membuat keputusan untuk mempromosikannya ke tim U-19 musim depan.

“Youssoufa kini telah mencapai usia di mana dia boleh bermain di tim U-19,” ujar Ricken dlaam wawancara dengan Bild baru-baru ini. “Kami melihat kelompok umur ini sebagai umur yang tepat, yang sesuai dengan penampilannya.”

Meskipun siap untuk menerima tantangan baru, Moukoko telah mencoba meredam harapan para penggemar. “Saya tidak berharap orang berpikir bahwa saya akan mencetak 46 gol lagi di U-19,” katanya kepada Ruhr Nachrichten. “Saya kenal dengan para pemain [U-19], tapi sayangnya saya tidak memiliki kekuatan yang mereka memiliki.”

Sementara Moukoko mungkin masih meragukan kekuatan fisiknya, kekuatan pemasaran yang dimilikinya belumlah habis. Dia baru-baru ini menandatangani kontrak dengan salah produsen terbesar di sepakbola Nike. Pemain berusia 14 tahun itu menandatangani kesepakatan yang dilaporkan mencapai €1 juta pada April lalu. Angka tersebut bisa melambung hingga €10 juta, tergantung performa di klub dan tingkat internasional.

Kesepakatan semcam itu telah membangkitkan kenangan dengan beberapa kesepakatan Nike sebelumnya. Perusahaan asal Amerika Serikat itu terkenal berani untuk mempertaruhkan uang mereka untuk mendukung talenta-talenta sepakbola yang sangat berbakat.

Pada 2003, Freddy Adu yang saat itu baru berusia 13 tahun menjadi bahan pembicaraan di dunia sepakbola. Dijuluki “Pele AS”, dia diyakini akan menjadi bintang sepakbola global pertama yang muncul dari Amerika Serikat.

Sekarang dia usia 29 tahun, Adu suda memperkuat 14 klub profesional, dan saat ini berstatus bebas agen setelah meninggalkan Las Vegas Lights yang berlaga di United Soccer League.

“Segala sesuatu yang telah saya lalui dan segala sesuatu yang menyakiti karier saya, saya  membawanya ke dalam diri saya karena saya tidak mendedikasikan cukup waktu untuk hal itu,” ujar Adu kepada Goal dalam wawancara eksklusif pada 2016.

Entah apakah Moukoko menyadarinya atau tidak, tetapi dia terlihat mampu memetik pelajaran berharga dari kisah pilu Adu. Dia jarang muncul di depan media ataupun iklan, pemain remaja itu bahkan rela melewatkan beberapa pertandingan dengan tim nasional junior Jerman agar bisa berkonsentrasi untuk belajar di sekolah.

Itu tidak membuktikan bahwa dia pasti akan menjadi pemain hebat, tetapi dia telah melakukan semua yang dia bisa untuk memberikan dirinya kesempatan terbaik. Jika dia terus melakukannya, maka dunia akan segera menyaksikan kehebatan Youssoufa Moukoko.