Youness Mokhtar - Bhayangkara FCBhayangkara FC

Yel Bhayangkara FC Bikin Pemain Asing Merasa Istimewa

Penyerang sayap Bhayangkara FC Youness Mokhtar mengaku merasa spesial ketika tim melakukan yel menjelang pertandingan di Liga 1 2022/23, mengingat dirinya bukan seorang polisi.

Bhayangkara FC menjadi klub pertama Mokhtar dalam karir sepakbolanya. Sebelum bergabung dengan klub milik kepolisian tersebut, Mokhtar sempat diboyong Marc Wilmots ke klub papan atas Maroko, Raja Casablanca, pada awal tahun ini. Hanya saja, nasib Mokhtar berkata lain.

“Saya diajak Marc Wilmots pada Januari, tapi dia dipecat tiga pekan kemudian. Pelatih lokal datang, dan tentu saja dia membawa gerbong pemain. Akhirnya kisah sulit dimulai, dan saya tidak mempunyai harapan,” beber Mokhtar kepada Voetbal International dikutip laman Twente Insite.

Mantan penggawa ADO Den Haag ini akhirnya mendapat tawaran untuk bermain di Indonesia pada Mei lalu. Mokhtar pun merasa terkejut dengan sambutan yang diberikan manajemen klub saat ia menjejakkan kaki di Indonesia.

“Kepolisian tahu saya akan datang, sehingga mereka menggelar karpet merah. Proses melalui keimigrasian berjalan lebih cepat. 75 persen pemain merupakan angoota kepolisian,” kata Mokhtar.

“Selama mereka terikat kontrak dengan Bhayangkara, mereka tidak perlu melapor ke satuannya. Tapi mereka menerima gaji dobel (dari ikatan kontrak dan instansi).”

Bukan itu saja. Mokhtar, bersama pemain asing lainnya, juga mengaku merasa istimewa ketika melakukan yel menjelang pertandingan, mengingat dirinya bukan seorang polisi.

“Sebelum bertanding, mereka berteriak: 'Bhayangkara!', kemudian 'Polisi!', 'Penegak Hukum! Penegak Hukum!'. Ini tentu saja sangat spesial jika Anda bukan seorang polisi,” ucap Mokhtar.

Bhayangkara FC baru saja selesai menggelar pemusatan latihan (TC) di Cianjur sebagai persiapan menyambut kembalinya Liga 1 setelah jeda internasional. Bhayangkara FC dijadwalkan PSIS Semarang, Minggu (2/10). Bhayangkara FC berusaha keluar dari hasil buruk, karena di lima laga terakhir mendapatkan masing-masing satu kemenangan dan imbang, serta tiga kekalahan.

“Kami berlatih di dekat hutan tropis. Banyak pohon pisang di sini. Semua tanaman hijau tumbuh bercampur di sini. Kami berlatih di ladang umbi-umbian. Ini tidak terlalu mulus. Saya harus memperhatikan setiap langkah, dan menempatkan kaki di area yang tepat,” imbuh Mokhtar.

Iklan
0