Pelatih asal Jerman, Matthias Jaissle, mantan direktur teknik Al-Ahli Saudi, mulai bergerak lebih awal untuk memperkuat skuat klub barunya, setelah namanya dikaitkan dengan upaya merekrut pemain internasional Aljazair Anis Hadj, sayap Feyenoord Belanda, selama periode bursa transfer musim panas yang tengah berlangsung.
Jaissle telah meninggalkan Al-Ahli beberapa hari lalu, setelah mengajukan pengunduran dirinya, akibat kegagalan manajemen memenuhi tuntutan finansialnya terkait kontrak baru, sehingga ia memilih berpisah satu musim sebelum perjalanannya berakhir.
Baca juga: Bencana besar: Koulibaly menempatkan Al-Hilal dalam masalah menjelang awal musim
Menurut jurnalis Mohammed Al-Bukairi, Jaissle berupaya mendatangkan sejumlah pemain yang sebelumnya pernah ia minta untuk direkrut saat memimpin Al-Ahli, namun komite eksekutif klub, bersama direktur olahraga asal Portugal Pedro, menolak menuntaskan transfer-transfer tersebut pada waktu itu.
Al-Bukairi menjelaskan bahwa Anis Hadj berada di puncak daftar nama yang ingin diajak bekerja sama oleh Jaissle, hal yang bisa membuka jalan bagi kepindahan sayap asal Aljazair itu ke Liga Primer Inggris melalui pintu Newcastle United, jika negosiasi berhasil pada periode mendatang.
Anis Hadj dianggap sebagai salah satu bakat Aljazair paling menonjol yang tengah bersinar di Eropa, di mana ia menyita perhatian dengan penampilannya bersama Feyenoord, hal yang membuatnya menjadi incaran lebih dari satu klub, sebelum Jaissle kembali turun tangan, dalam upaya menerapkan gagasan teknis yang tak sempat ia wujudkan selama pengalamannya bersama Al-Ahli Saudi.
