Yaya Toure menyebut keberhasilan membuat Manchester United berada di bayang-bayang Manchester City adalah pencapaian terbaiknya di Liga Primer Inggris.
Gelandang internasional Pantai Gading tersebut akan menutup lembaran kariernya bersama The Citizens setelah kampanye musim 2017/18 tuntas.
Sejak merapat ke Etihad Stadium dari Barcelona pada 2010 lalu, Toure sukses tiga kali mengangkat trofi Liga Primer, sementara United hanya dua kali yang juga menandai periode kering prestasi setelah ditinggal Sir Alex Ferguson musim 2012/13.
Ditanya awak media apakah pencapaian terbaiknya di City adalah melampaui prestasi United, sang pemain berusia 34 tahun pun sepakat: "Sejujurnya, ya, itu benar."
"Ketika saya datang ke City, untuk menjadi klub besar maka kami harus membuat mereka [United] di bayang-bayang kami. Itu tujuan saya datang ke City, untuk membuat United berada di bayang-bayang meski memang terkesan sulit."Toure lantas menyebut kemenangan City atas United di semi-final Piala FA 2011 menjadi momen yang membawa timnya melejit ke puncak prestasi.




"Semi-final Piala FA menjadi bagian besar," lanjutnya. "Ketika saya mencetak gol maka ada pesan, City datang. United ada di jalan kami dan kami harus menyingkirkan mereka."
"Mereka seperti kekuatan besar, memenangkan liga pada tahun itu. Mereka punya kepercayaan diri yang tinggi dan saat itu yakin akan mengalahkan kami."
"Saya tak akan pernah melupakan momen itu, mereka melewatkan kesempatan besar dan saat jeda pertandingan kami hampir bersitegang di ruang ganti. Kami punya perbincangan dan lalu ada City yang berbeda di babak kedua, sungguh brilian."
