Cerezo Osaka adalah salah satu klub J-League yang namanya sudah cukup dikenal luas di luar Jepang. Namun, agaknya belum banyak yang mengetahui tim ini dulunya bernama Yanmar Diesel (Japan) Soccer Club.
Yanmar Diesel (Japan) Soccer Club menjadi asal muasal kultur perusahaan Yanmar. Saat pertama berdiri pada 1957, mereka hanya memiliki 14 pemain. Klub ini memulai sepak terjang dari Divisi V liga Osaka Businessmen.
Dari sana, mereka kemudian berpartisipasi di Japan Soccer League (JSL) yang dibentuk setelah Olimpiade Tokyo 1964 dan merupakan basis dari lahirnya J-League.
Inovasi Yanmar Soccer Club adalah pengenalan sistem "olahraga perusahaan" untuk pertama kalinya di Jepang. Dalam hal ini, para atlet menuntaskan pekerjaan mereka di pagi hari, berlatih sejak siang, dan mendapat uang lembur untuk mengikuti pertandingan liga pada akhir pekan.
Selain itu, Yanmar juga jadi klub pertama yang mendaftarkan pemain asing serta memperkenalkan sistem tim utama dan kedua untuk menambah kekuatan klub. Tim kedua saat itu aktif dengan nama Yanmar Club, yang kelak menjelma menjadi Gamba Osaka.
Pada 1970-an, dimotori oleh penyerang Kunishige Kamamoto serta gelandang Nelson Yoshimura, pemain asal Brasil yang kemudian dinaturalisasi di timnas Jepang dan berganti nama jadi Daishiro Yoshimura, Yanmar Soccer Club mencapai era keemasan dengan merengkuh empat trofi JSL plus tiga kali menjuarai Emperor’s Cup.
Nama Kamamoto sendiri menjulang setelah enam kali menjadi topskor liga, juga jadi pencetak gol terbanyak di Olimpiade Meksiko 1968 dan mengantar Jepang merebut medali perunggu lewat catatan tujuh gol. Dengan koleksi 75 gol untuk Samurai Biru dari 76 penampilan internasional, Kamamoto hingga kini masih memegang rekor sebagai topskor sepanjang masa timnas Jepang.
Pada 1993, jelang peluncuran J-League, Yanmar Soccer Club secara resmi berubah status menjadi perusahaan induk dengan label Osaka Football Club Co., Ltd. dan kemudian mengadopsi nama Cerezo lewat sebuah kontes terbuka.
Mereka menjuarai Japan Football League (Divisi II) pada 1994 hingga berhak promosi ke kasta teratas J-League musim berikutnya. Cerezo Osaka, tak ayal, mewarisi sejarah dan gen kuat Yanmar Soccer Club.
