Swiss boleh saja pulang setelah memaksa dua juara dunia melalui adu penalti pada gelaran Euro 2020, tetapi Yan Sommer patut bangga dan menengadahkan kepalanya tinggi-tinggi.
Pasalnya, Sommer menjadi pahlawan Swiss saat menepis penalti megabintang Prancis Kylian Mbappe demi mengantar anak asuh Vladimir Petković ke perempat-final Euro 2020. Sommer juga mempertontonkan penampilan heroik pada babak tambahan saat menghadapi Spanyol kemarin Jumat (3/7) dan menepis satu penalti saat tos-tosan meski akhirnya kalah.
Lantas, siapakah penjaga gawang Swiss itu dan bagaimana kisah perjalanan kariernya?
Lahir pada tanggal 17 Desember 1988 di Morges, sebuah kotamadya di Swiss yang bersebalahan dengan Danau Jenewa, Sommer bergabung dengan akademi klub juara Liga Swiss 20 kali, FC Basel, pada tahun 2003.
Dua tahun kemudian saat berusia 17 tahun, ia meneken kontrak profesional pertamanya, dan setelah dua tahun bersama tim U-21, Sommer dipinjamkan ke FC Vaduz yang menempati kasta kedua agar mendapatkan pengalaman senior.
Dilansir dari laman resmi Bundesliga, Sommer muda tampil 33 kali dari 34 laga dan merumput di kualifikasi Piala UEFA (kini Liga Europa) serta mempersembahkan gelar divisi kedua dan promosi kepada FC Vaduz.
Ia tampil 17 kali lagi sebelum akhirnya dipanggil kembali karena Basel kekurangan kiper. Situasi itu menjadi kesempatan Sommer untuk melakoni debutnya di Basel dan akhirnya tampil dalam enam laga liga.
Sommer lantas dipinjamkan ke Grasshopper Zurich pada musim 2009/10 sebelum mengunci tempat di tim utama pada 2011/12.
Pernah bermain bagi tim junior Swiss - dan finis runner-up bersama tim U-21 di Piala Eropa U-21 tahun 2011 - Sommer diganjar debut internasional senior pada tanggal 30 Mei 2012 kontra Romania.
Getty ImagesIa sukses memenangkan empat gelar liga dan Piala Swiss bersama Basel, mengoleksi 65 nirbobol dalam 170 penampilan sebelum dibeli Borussia Monchengladbach pada musim panas 2014.
Sejak saat itu Sommer didapuk sebagai salah satu kiper terbaik di liga dan termasuk ke dalam Tim Terbaik Bundesliga 2019/20. mengalahkan nama besar seperti Peter Gulacsi dan Manuel Neuer.
Sommer mencatatkan penyelamatan terbanyak (126) pada musim itu dan mengakhirinya dengan persentase penyelamatan tertinggi (75 persen) di antara semua kiper utama. Kini Sommer telah membukukan 229 penampilan Bundesliga dengan 64 nirbobol.
Tak hanya itu, ia juga tampil bagi klub pada dua gelaran Liga Europa dan tiga Liga Champions dan mencapai sembilan laga tak kebobolan dalam 42 pertandingan Eropa bagi Gladbach.
Selama itu, Sommer juga tampil sebanyak 65 kali bagi negaranya dan menjadi andalan Swiss di Euro 2020, turnamen internasional besar keempatnya setelah berpartisipasi di Piala Dunia 2014 dan 2018 serta Piala Eropa 2016.
Gaya Bermain
Sommer diboyong ke Gladbach sebagai pengganti Marc Andre Ter-Stegen yang digaet Barcelona. Proses transisi berjalan mulus karena meski kalah tinggi dengan kiper Jerman itu, keduanya memiliki karakteristik yang mirip.
Keduanya adalah penjaga gawang kelas wahid. Mereka juga merupakan dua kiper paling lincah berkat refleks super cepat dan hebat saat mengontrol bola dengan kaki.
GettyKualitas distribusi bola mereka juga tak tertandingi, Sommer sendiri menyorotinya setelah mengambil tampuk kiper Gladbach dari tangan Ter Stegen: "Saat melihat playmaking-nya, saya yakin ia adalah pemain terbaik di posisi kami."
Lewandowski? Siapa Takut!
Kiper manapun di dunia akan melihat kehadiran striker Bayern Munich Robert Lewandowski sebagai pemandangan horor, tapi percaya atau tidak, Sommer justru "menikmati" berhadapan dengan bomber Polandia itu.
"Ia striker istimewa, yang terbaik yang pernah saya hadapi," ujar Sommer kepada laman resmi Bundesliga. "Saya menikmati berhadapan dengannya dan semua striker hebat, karena melawan pemain seperti itu merupakan tantangan bagus buat saya sebagai seorang penjaga gawang."
"Anda wajib konsentrasi penuh melawan mereka karena mereka amat cerdik, lari mereka luar biasa dan bisa menyelesaikan bola dengan apik, sehingga harus selalu siap dan menjadi sesosok perfeksionis menyoal pemosisian, kecepatan, dan satu lawan satu. Melawan mereka adalah tantangan yang hebat."
Apa Kata Mereka
Marco Rose, bekas manajer Sommer di Gladbach, memuji kiper 32 tahun itu sebagai salah satu yang terbaik di posisinya: "Yann adalah salah satu kiper terbaik di Eropa... Ia juga penting bagi struktur tim kami sebagai seorang individu. Yann bekerja keras setiap hari demi menjaga kualitas penampilannya atau bahkan meningkatkan kemampuan di beberapa area. Ia teladan yang absolut."
Kiper legendaris Denmark Peter Schmeichel pun merasa Sommer harusnya lebih dilirik: "Yan Sommer adalah salah satu kiper yang paling underrated di Eropa. Bukan yang terbesar, tapi bagaimana ia bermain sepakbola. Tak banyak penjaga gawang yang bisa melakukannya."
Bekas gelandang Hamburg SV Rafael van der Vaart mengamini bahwa Sommer salah satu yang kiper terbaik yang piawai mengontrol bola dengan kaki: "[Sommer] lebih baik daripada beberapa pemain non-kiper Schalke dalam hal menggunakan kakinya. Saya tidak bercanda - saya benar-benar meyakininya."
Sommer mengaku mengapa ia begitu lihai menggunakan kaki: "Saat masih muda, saya selalu berada di lapangan sepakbola. Lucunya, tak pernah jadi kiper. Saya ingin menjadi pencetak gol."
"[Di Basel] selama satu atau dua tahun, saya kiper ketiga dan sering bermain sebagai bek kanan, sayap kanan, atau mengisi lini tengah saat latihan. Saya belajar banyak dari pengalaman itu, bermain melawan [Xherdan] Shaqiri, [Mladen] Petric dan sebagainya, sehingga saya bisa belajar banyak menyoal menggunakan kaki saya."
