Tom Saintfiet Pelatih FIlipinaPFF

Yakin Atasi Vietnam, Pelatih Filipina Buru Head-to-head Kontra Timnas Indonesia

Kendati menyandang status juru kunci klasemen sementara Grup F kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, pelatih anyar Filipina Tom Saintfiet menegaskan peluang The Azkals melaju ke babak ketiga belum tertutup.

Filipina baru mengemas satu poin dari empat pertandingan yang telah mereka jalani. Terakhir, Filipina dibantai Irak 5-0 di Stadion Rizal Memorial, Selasa (26/3) malam WIB.

Neil Etheridge dan kawan-kawan mempunyai dua pertandingan sisa di grup ini. Namun kedua laga itu tidak berlangsung mudah, karena mereka akan bertamu ke markas Vietnam dan Indonesia pada Juni nanti.

Situasi tersebut tidak membuat Saintfient ciut. Bahkan Saintfient optimistis Filipina bisa meraup enam poin di dua laga sisa itu, sehingga nantinya mereka dapat mengumpulkan total tujuh angka.

Saintfient berasumsi Filipina mengalahkan Vietnam di Hanoi, serta Indonesia dibekap Irak di Jakarta pada matchday kelima. Dengan demikian, duel melawan skuad Garuda di Jakarta dalam laga pamungkas pada 11 Juni akan menentukan nasib Filipina. Saintfient pun optimistis Filipina bisa menyapu bersih kemenangan.

Filipina vs Indonesia WCQ 2026 Asia 21112023AFC

Berdasarkan regulasi kualifikasi Piala Dunia 2026, peringkat klasemen ditentukan jumlah poin, kemudian selisih gol, dan jumlah agresivitas gol. Jika ada dua tim mempunyai poin sama, akan diterapkan head-to-head.

“Kami masih bisa mendapatkan tujuh poin. Jika kami mempunyai tujuh poin, itu artinya kami menyingkirkan Indonesia. Karena, sepengetahuan saya, head-to-head akan diterapkan dibandingkan selisih gol,” ujar Saintfient optimistis.

“Jika kami mengalahkan Indonesia, dan mereka [sebelumnya sudah] imbang di sini, itu artinya kami akan mengungguli Indonesia [secara head-to-head]. Selama kami mempunyai harapan, selama kami masih punya peluang, kami belum mati.”

Saintfient juga menyampaikan permohonan maaf dari publik sepakbola Filipina, baik yang menyaksikan langsung di stadion maupun di layar kaca atas kekalahan telak dari Irak.

“Saya minta maaf kepada 10 ribu fans yang berada di stadion, tapi juga kepada orang-orang yang menonton di rumah. Saya mohon maaf atas kekalahan besar ini, dan juga terima kasih atas dukungan besar,” kata Saintfiet.

“Saya pikir kami memainkan lebih banyak sepakbola dibandingkann di Irak (Basra). Kami lebih banyak menguasai bola, kami menciptakan peluang.”

Iklan
0