Pelatih asal Jerman, Matthias Jaissle, mantan pelatih kepala Al Ahli Saudi, memecah keheningan setelah kepergiannya yang mengejutkan dari klub tersebut, dengan menyampaikan pesan menyentuh kepada para suporter klub, yang di dalamnya ia mengungkap alasan sebenarnya yang mendorongnya untuk mengakhiri petualangannya, seraya menegaskan bahwa keputusannya tidak terkait dengan uang, melainkan dengan cara ia diperlakukan selama negosiasi perpanjangan kontrak.
Jaissle sebelumnya telah mengajukan pengunduran diri dari kursi kepelatihan Al Ahli, setelah negosiasi dengan manajemen klub soal kontrak baru menemui jalan buntu, di saat berbagai laporan menyebut bahwa ia hampir menangani kepelatihan klub Inggris, Newcastle United, sebelum musim baru bergulir.
Abdulaziz Al Anqari, mantan anggota komite eksekutif Al Ahli, mengungkap detail perbincangan pertamanya dengan pelatih Jerman itu usai kepergiannya, menjelaskan bahwa Jaissle memintanya untuk menyampaikan pesannya kepada para suporter klub agar gambaran situasinya menjadi jelas bagi semua orang.
Al Anqari mengatakan, mengutip pelatih Jerman tersebut: "Saya berharap bisa melanjutkan memimpin Al Ahli, karena ini adalah proyek saya, tetapi saya tidak menemukan apresiasi dan penghormatan, dan saya berharap para suporter menghargai saya." Kata-kata ini mencerminkan besarnya kekecewaan yang dirasakan sang pelatih setelah berakhirnya negosiasi.
Baca juga: Gejolak besar: Suporter Al Ahli menuntut penunjukan guru Jaissle!
Al Anqari menambahkan bahwa Jaissle menegaskan kepergiannya bukan karena faktor finansial, dengan memastikan bahwa ia akan menerima gaji yang lebih kecil di Newcastle United dibandingkan dengan yang ia dapatkan di Al Ahli, sebuah pesan yang jelas bahwa krisis ini tidak terkait dengan imbalan materi, melainkan dengan perselisihan seputar cara pengelolaan urusan perpanjangan kontrak.
Jaissle meninggalkan Al Ahli setelah menorehkan salah satu lembaran tersukses dalam sejarah klub, di mana ia membawa tim meraih gelar Liga Champions Asia Elite dua kali berturut-turut, sehingga meninggalkan warisan besar dan hubungan istimewa dengan para suporter klub, yang kini menanti penjelasan resmi dari manajemen klub mengenai fakta-fakta di balik kepergian pelatih Jerman tersebut.


