Pelatih Barcelona Xavi merasa frustrasi dengan performa tim besutannya yang tidak efektif serta kepemimpinan wasit ketika ditahan imbang Espanyol 1-1 dalam derbi Catalan di Stadion Nou Camp, Sabtu (31/12) malam WIB.
Dalam pertandingan itu, Marcos Alonso sempat membawa Barcelona unggul di menit ketujuh. Namun tim tamu dapat menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Joselu di menit ke-73.
Derbi ini berlangsung panas, terutama di 15 menit terakhir. Secara keseluruhan, wasit Antonio Mateu Lahoz mengeluarkan 12 kartu kuning dari kantongnya, dua di antaranya berujung kartu merah untuk masing-masing tim.
Wasit sempat memberikan kartu merah kepada penggawa Espanyol, Leandro Cabrera, karena melanggar Robert Lewandowski. Tapi keputusan itu direvisi setelah melihat video assistant referee (VAR), dan menganggap Cabrera tidak sengaja mengenai kakinya ke kepala Lewandowski.
Xavi mengutarakan, ada dua kekecewaan yang ia rasakan dari pertandingan itu. Tidak hanya performa Barcelona yang tak sesuai keinginannya, tapi juga kepemimpinan wasit.
“Hasil imbang ini merupakan kesalahan kami. Kita bisa berbicara tentang wasit dan lainnya, tapi ini karena kesalahan kami, terutama dalam hal efektivitas. Ketika Anda tidak bermain efektif, hal seperti ini bisa terjadi,” ucap Xavi dikutip laman Marca.
“Mateu adalah seorang wasit yang mengendalikan permainan, dan hari ini dia tidak bisa. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia senang bertemu saya. Tidak lebih. Saya mengatakan kepada dia bahwa saya juga senang. Dia adalah seorang wasit yang memberi Anda perasaan dia mampu mendominasi dan mengontrol permainan.”
“Tetapi hari ini tidak seperti itu. Saya tidak menyalahkan dia untuk apa pun. Hasil imbang adalah kesalahan kami Saya harus menjaga diri saya sendiri untuk apa yang bisa saya kendalikan.”
Terlepas dari itu, Xavi berharap wasit bisa introspeksi diri agar bisa menjalankan tugasnya lebih baik di masa mendatang. Menurut Xavi, Jordi Alba tidak mengeluarkan ucapan yang berlebihan kepada wasit.
“Saya tidak bisa mengendalikan wasit. Saya telah mengatakannya berkali-kali. Wasit harus berbicara dan mengatakan apa yang dia lihat, dan apa yang dikatakan para pemain kepadanya. Jordi mengatakan kepada saya dia tidak menyampaikan apa pun,” imbuh Xavi.
.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)



