Xavi Hernandez mengatakan dirinya siap untuk melatih Barcelona dan mengatakan jika harus melatih mantan rekan setimnya, Lionel Messi maka itu akan menjadi keistimewaan, bukan masalah baginya.
Pelaih Al Sadd itu erat dikaitkan dengan pekerjaan di Barca pada musim panas ini sebelum presiden Blaugrana, Joan Laporta memutuskan untuk mempertahankan Ronald Koeman.
Xavi, 41, mengatakan ia tidak pernah berhubungan dengan Laporta sejak ia kembali sebagai presiden klub pada Maret lalu, namun menegaskan dirinya terbuka untuk menerima tawaran dari Camp Nou.
"Saya selalu ada di pasar," kata eks gelandang tim nasional Spanyol itu dalam jumpa pers, Kamis (10/6), untuk menandai dimulainya Kampus Xavi ke-23, sebuah kamp pelatihan musim panas untuk anak-anak di Catalunya.
"Klub memutuskan untuk terus bersama Koeman dan saya berharap yang terbaik untuknya. Dalam empat bulan terakhir ini, saya belum melakukan kontak dengan [Laporta] atau siapa pun dari manajemen klub."
"Saya tidak tahu kapan saatnya akan tiba, namun bagi saya, akan menjadi impian untuk kembali ke Barca suatu hari nanti. Saya idak terburu-buru, tapi sejujurnya saya berharap itu terjadi."
Xavi, yang dua kali menolak kembali ke Barca sebagai pelatih di bawah manajemen sebelumnya karena merasa momennya tidak tepat, juga mengatakan dirinya menyambut baik kesempatan untuk melatih mantan rekan-rekan setimnya seperti Messi, Jordi Alba dan Sergio Busquets.
"Bagi saya, akan menjadi keuntungan [bekerja dengan mereka]," katanya. "Saya dalam situasi di Al Sadd di mana saya melatih para pemain yang pernah bermain dengan saya dan saya pikir itu membantu saya, karena berarti Anda mengenal mereka."
"Pelatih mana yang tidak ingin melatih Messi? Siapa yang tidak ingin ada joker seperti Leo, yang bisa membuat perbedaan dalam 0,1 detik? Secara fisik ia masih dalam kondisi yang baik. Ia masih yang terbaik. Akan menjadi keistimewaan besar untuk melatih Messi."
Xavi menghabiskan 24 tahun di Barca sebagai pemain setelah bergabung dengan akademi pada 1991, sebelum pindah ke Al Sadd dan memulai karier sebagai pelatih di Qatar.




