Bos Barcelona Xavi berkata pemain mudanya "tak seharusnya menjadi pilar" kebangkitan klub setelah pasukannya kebobolan gol penyeimbang di menit-menit akhir saat bermain sama kuat 2-2 dengan Osasuna, Minggu (12/12).
Krisis finansial memaksa Barca menurunkan beberapa pemain muda musim ini dan mereka sempat unggul 2-1 berkat gol dua pemain remaja: Nicolas Gonzalez dan Abdessamad Ezzalzoul.
Sayangnya, Ezequiel Avila menyamakan kedudukan di menit ke-86 dan mereka harus rela berbagi poin dan Xavi buka suara untuk jangan terlalu cepat berharap pada pemain-pemain muda Barcelona.
Ditanya soal pengaruh pemain muda Barca, termasuk Gavi, Pedri, dan Ansu Fati, Xavi menjawab: "Ini hal positif, yang juga merupakan hal negatif."
"Pemain-pemain yang menjadi pembeda untuk Barca saat ini baru berusia 17, 18, dan 19 tahun. Ini hal yang sangat positif buat masa depan klub, tapi juga negatif - mereka begitu muda, sehingga tak akan selalu berada di level ini."
"Abde [Ezzalzoul] bermain spektakuler, begitu pula dengan Gavi dan Nico, tapi mereka tak seharusnya menjadi pilar kami. Di sini, kami punya masalah lain. Kami harus bekerja dan menghubungkan semua orang."
Soal pertandingan versus Osasuna, Xavi menambahkan: "Kami tal mampu mendominasi laga di menit-menit akhir. [Kami] perlu menguasai bola di area pertahanan lawan. Inilah masalah besar kami. Ini saatnya menjaga bola untuk bertahan."
"Ya, kami harus mengubah dinamikanya, tapi kami belum mampu. Inilah kenyataan pahitnya. Ini bukan soal sikap atau gairah."
"Pada 20, 25 menit [terakhir] kami seharusnya berada di area pertahanan lawan. Mengendalikan laga. Kami membutuhkan pesepakbola seperti ini."




