Publik sepakbola Tanah Air, sedang berduka setelah mantan pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl, meninggal dunia. Ia wafat di negara asalnya, Austria, Selasa (8/9) malam WIB.
Wolfgang Pikal, yang merupakan asisten Riedl saat menukangi timnas Indonesia pada 2014 dan 2016, mengaku sangat kaget. Ia tak menyangka sama sekali sosok berusia 70 tahun tersebut telah tiada.
Menurutnya, Riedl semasa hidup adalah orang yang humoris dan bersahaja. Ia juga menyebut belajar banyak dari mantan juru formasi Vietnam tersebut dalam melatih yang benar.
"Pelatih Riedl orang yang sangat disiplin, lurus, jujur, dan kadang juga lucu. Dia sangat terbuka untuk masukan dari staf," kata Pikal saat dihubungi awak media.
"Dan ilmu serta pengalamannya selama 30 tahun di sepakbola internasional luar bisa. Manusia hebat dan pelatih yang hebat," pria kelahiran Wina, Austria tersebut menambahkan.
Goal / M. RidwanLebih lanjut, Pikal menyatakan ingin terbang ke Austria untuk melihat pemakaman Riedl. Hal tersebut sebagai penghormatan terakhirnya kepada orang telah berjasa besar terhadapnya selama ini.
"Ya, saya ada rencana untuk ke Austria. Tapi, saya melihat situasi. Saya masih menunggu kabar dari istrinya. Dia akan menghubungi saya besok," ucapnya.
Terakhir kali Riedl membesut timnas Indonesia pada empat tahun lalu. Ketika itu, ia berhasil membawa Boaz Solossa dan kawan-kawan menembus partai final Piala AFF.
Sayang, Riedl gagal mempersembahkan gelar juara Piala AFF yang pertama untuk timnas Indonesia. Pasukan Merah Putih terpaksa merelakan trofi tersebut kepada Thailand, karena takluk dengan agregat 3-2.
Meski hanya menjadi runner-up, Riedl mendapat apresiasi tinggi dari publik. Hal itu karena ia meramu skuad Garuda dengan segala keterbatasan dan juga Indonesia baru terlepas dari sanksi FIFA.
Membawa timnas Indonesia sampai pertandingan final Piala AFF bukan pertama kali dilakukan Riedl. Pencapaian serupa pernah didapatkannya saat melatih pada 2010.
Hanya saja, timnas Indonesia gagal menjadi juara Piala AFF 2010. Firman Utina dan kawan-kawan pada laga puncak dikalahkan Malaysia dengan agregat gol 4-2.
