Setelah debut 25 menit sebagai pemain pengganti akhir pekan lalu, Witan Sulaeman kembali diberi kepercayaan dengan turun sebagai pemain inti Radnik Surdulica, Jumat (19/6) dini hari WIB.
Radnik bertandang ke markas Vozdovac pada lanjutan SuperLiga Serbia. Tuan rumah merupakan tim peringkat delapan klasemen sementara, sedangkan Radnik empat tingkat di bawahnya. Witan dimainkan sebagai penyerang sayap kanan dalam skema 4-3-3 yang diterapkan pelatih Simo Krunic. Simak bagaimana format SuperLiga Serbia menguntungkan Witan dengan memberinya kemungkinan kesempatan bermain lebih besar.
Pertandingan dikuasai Vozdovac. Sepanjang babak pertama, tuan rumah membombardir pertahanan Radnik dengan melepaskan 12 tembakan ke arah gawang. Satu di antaranya berbuah gol pada menit ke-42 hasil sundulan kepala Lazar Zlicic.
Bagaimana dengan penampilan Witan sendiri? Pertandingan ini lebih banyak menguji kemampuan tanpa bola Witan dan terutama lagi, dalam membantu pertahanan tim. Radnik kalah penguasaan bola, hanya 37 persen dibandingkan 63 persen Vozdovac.
Namun, Witan memperoleh peluang pada menit ke-30 ketika Radnik melancarkan serangan balik. Umpan terobosan dari sayap kiri diterima Witan di dalam kotak penalti lawan. Posisinya saat itu bergeser lebih ke tengah. Sayangnya, tembakan keras Witan melambung ke atas gawang Vozdovac.
Semenit berselang Witan bahkan melakukan pelanggaran di area berbahaya. Kakinya menyepak dari belakang pemain tuan rumah yang berkaki kidal, Stefan Hajdin. Tendangan bebas untuk Vozdovac dan peringatan untuk Witan. Beruntung, eksekusi tendangan bebas Marko Zivkovic di depan kotak penalti meleset dari sasaran.
Babak pertama berakhir 1-0 untuk keunggulan Vozdovac. Usai turun minum, Krunic melakukan dua pergantian pemain. Salah satunya Witan, yang digantikan dengan Milan Makaric. Dengan demikian, Witan menambah 45 menit lagi penampilannya di Eropa sehingga total menjadi 70 menit dalam dua pertandingan.
