Gelandang Indonesia Witan Sulaeman berambisi menembus skuad utama FK Senica setelah Lechia Gdansks meminjamkan dirinya ke klub Super Liga Slowakia tersebut hingga akhir musim ini.
Selama berkarir di Eropa, Witan belum mendapatkan menit bermain yang mencukupi. Pada awal karirnya di luar Indonesia bersama klub Serbia Radnik Surdulica, Witan hanya tampil lima kali dengan total waktu bermain sebanyak 111 menit.
Witan kemudian mencoba peruntungan di Gdansk. Namun bersama klub Polandia itu, Witan belum pernah sekalipun tampil dengan skuad utama di Esktraklasa 2021/22. Witan hanya bermain untuk tim cadangan Gdansk di kompetisi level empat Polandia.
Pemain berusia 20 tahun ini pun tidak ingin membuang kesempatan di Senica. Apalagi rekannya di timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri, mendapatkan menit bermain yang banyak selama setengah musim. Bersama Senica, Egy mendapatkan 678 menit bermain di 13 pertandingan, tujuh di antaranya dari bangku cadangan. Egy juga menyumbang dua gol.
“Saya hanya ingin bermain sepakbola di Eropa, dan mendapatkan banyak kesempatan di tim ini. Saya berharap bisa membantu Senica, mencetak gol, dan membuat assist, serta memenangi setiap pertandingan,” ujar Witan melalui kanal YouTube resmi klub.
Witan telah mengikuti latihan bersama tim sejak beberapa hari terakhir. Walau sudah tidak asing lagi dengan cuaca dingin yang menusuk, Witan mengaku tetap butuh beradaptasi.
“Buat saya tidak terlalu mengejutkan, karena saya pernah tinggal di Serbia, Polandia, dan sekarang di Slowakia. Musim dingin memang berat buat saya, tapi saya akan beradaptasi,” kata Witan.
Witan juga meyakini proses adaptasi dengan tim bakal berlangsung dengan bagus. Apalagi ia mendapat sambutan positif dari penggawa Senica lainnya, serta manajemen klub.
“Saya merasa senang di sini. Mereka sangat baik kepada saya, begitu juga dengan rekan-rekan satu tim. Semua orang di sini sangat baik, klub juga, dan masyarakat Senica. Rekan-rekan satu tim membantu saya di dalam dan luar lapangan. Mereka menyambut saya dengan baik,” tutur Witan.
“Untuk kotanya, saya belum tahu. Saya sekarang hanya pergi mengikuti latihan tim, lalu pulang, dan itu berlangsung setiap hari. Jadi saya belum tahu tentang [suasana] kota ini. Tapi stadion dan rumput [lapangan] sangat bagus.”


