Timnas Indonesia U-22 telah memulai pemusatan latihan (TC) mereka pekan ini, di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong. Sebanyak 36 pemain dipantau pelatih asal Korea Selatan itu, untuk proyeksi skuad SEA Games 2021.
Salah satu nama segar yang dijajal oleh Tae-yong adalah pemain sayap milik PSS Sleman, Irkham Zahrul Mila. Pemain asal Jawa Tengah itu jelas bangga karena bisa mendapat kesempatan dari Tae-yong, untuk unjuk kualitas.
Sebenarnya kesempatan untuk membela timnas bukan hal baru untuk Irkham, karena mantan pemain Persis Solo itu pernah masuk skuad final untuk SEA Games 2019, ketika masih dinakhodai pelatih Indra Sjafri.
“Tahun lalu dilatih oleh coach Indra, tahun ini yang sangat saya nantikan untuk bertemu coach Shin Tae-yong. Memang mendengar kabar Shin Tae-yong latihannya keras dan disiplin. Semoga bisa mengikuti program yang diberikan nanti,” ujar Irkham.
PSS SlemanPihak PSS sangat mendukung pemainnya tersebut untuk bisa memperoleh tempat di skuad Garuda Muda. Tentunya perjalanan Irkham masih panjang untuk benar-benar bisa menembus skuad pada SEA Games yang akan digelar di Vietnam tersebut.
Pemain kelahiran Tegal berusia 22 tahun ini siap untuk memberikan segalanya untuk timnas. Irkham sadar bahwa medali emas SEA Games telah jadi hal yang lama dirindukan masyarakat pencinta sepakbola Tanah Air.
“Misalnya rezeki Mila bisa masuk skuad timnas nanti, targetnya tentu bisa juara satu. Apalagi Indonesia sudah lama nggak dapat medali emas,” beber pemain yang pernah berkostum Persip Pekalongan dan Persibas Banyumas ini.
Pada SEA Games edisi sebelumnya yang diselenggarakan di Filipina, Irkham turut membantu timnas meraih medali perak. Indonesia yang kalah kualitas harus menyerah pada partai final kontra Vietnam, yang berkesudahan 3-0.
Tae-yong memanggil beberapa nama yang usianya sudah melewati regulasi SEA Games pada TC ini, dengan harapan bisa memberikan pengaruh positif kepada skuad yang mungkin juga jadi proyeksi timnas Indonesia senior tersebut.
Fokus utama Tae-yong pada TC timnas U-22 ini masih sama, yakni fisik dan mental pemain. “Selama TC di Jakarta ini kami fokus meningkatkan fisik, stamina dan penguatan pemain. Kami juga ingin mental mereka lebih baik pada TC kali ini," ujar dia.
PSSI