Siapakah William Saliba? ‘The Next Thuram’ Yang Diminati Arsenal

Komentar()
Getty Images
William Saliba memulai karier dari klub yang sama dengan Kylian Mbappe, dan kini mendapat banyak dukungan untuk mengikuti jejak sang bintang PSG.


OLEH    ROBIN BAIRNER   ALIH BAHASA  M. RHEZA PRADITA

Ada sesuatu yang menarik dari AS Bondy.

Klub ini menjadi tempat bagi legenda Prancis dan Arsenal Thierry Henry untuk berkembang. Akademi tersebut juga menjadi batu loncatan bagi bintang muda Lille Jonathan Ikone, dan andalan Paris Saint-Germain Kylian Mbappe sebelum meraih ketenaran seperti saat ini.

Kini akan muncul bakat baru, yang ketika junior sempat ditempa di klub pinggiran utara Paris tersebut. Seorang pemain yang baru memiliki 16 penampilan dan 1.546 menit selama karier senior, tetapi sudah dibanderol £25 juta, dan kabarnya sedang diburu 20 klub musim panas ini.

Pemain muda tersebut adalah William Saliba, yang baru menandatangani kontrak profesional bersama Saint-Etienne musim panas lalu dan baru berusia 18 tahun pada Maret lalu. Dia menghabiskan enam tahun di Bondy sejak 2008 hingga 2014, di mana dia dilatih oleh Wilfried Mbappe, ayah dari Kylian.

“Wilfried mengajari saya segalanya, dan jika saya bisa berada di sini hari ini, itu berkatnya,” ujar Salibi ketika diwawancara Le Populaire saat bersama timnas Prancis U-18.

“Karena ayahnya adalah pelatih saya, saya sering pergi ke rumah Kylian. Ketika kami melihat Kylian bisa melaju sampai mana, itu membuat kami menginginkannya.”

Karier Saliba tampaknya akan segera melejit dengan cara yang mirip seperti temannya di sekolah dasar tersebut, yang tiga tahun lebih tua darinya. Dia sudah menjalani perjalanan panjang sejak menjadi remaja yang mengesankan secara fisik, tetapi agak canggung ketika bermain bersama Bondy.

Sejumlah klub, yang dipimpin Arsenal, kini mengejar sang bek tengah, yang juga bisa bermain sebagai bek kanan ketika dibutuhkan. Ini  menjadi bukti bahwa Saliba sudah menjalani musim yang luar biasa, di mana dia juga sudah dipromosikan dari timnas U-17 langsung ke timnas U-20 yang akan bermain di Piala Dunia.

William Saliba Saint-Etienne 2018/19

Perkembangannya yang luar biasa tidak lepas dari kemampuan otak dan tubuh yang luar biasa maju untuk anak muda seusianya. Bakatnya pun sudah diakui oleh pelatih Saint Jean-Louis Gasset, yang biasanya menolak memberi eksposur terhadap kemampuan individu pemain akademi.

Penampilan pertama Saliba datang dalam pertandingan Ligue 1 melawan Toulouse, di mana dia menggantikan kapten Les Verts Loic Perrin. Tujuh dari sembilan penampilan pertamanya dimainkan di kandang lawan, dan dia hanya sesekali menjadi pemain utama ketika krisis cedera.

Awalnya, pemain muda sepertinya akan dengan mudah frustasi karena sering keluar masuk tim, meski sudah bermain dengan baik. Seperti yang dilakukan Jean-Clair Todibo ketika berseteru dengan Toulouse dan memaksa untuk pindah ke Barcelona Januari lalu. Akan tetapi Saliba tetap bersabar dan hasilnya kini terbayar.

Saint-Etienne dengan sigap memberinya kontrak baru yang akan berjalan hingga 2023. Akan tetapi pemain yang dijuluki ‘The Next Thuram’ tersebut sudah terlanjur menarik minat banyak klub top Eropa. Bahkan Jose Mourinho,  mantan pelatih Manchester United, Real Madrid, dan Chelsea, memuji fisik dan kualitas permainan dari pemain muda asal Paris tersebut.

“Dia memiliki semua aset untuk menjadi pemain top, sama seperti Kurt Zouma yang saya miliki saat di Chelsea,” ujar Mourinho kepada RMC, merujuk kepada Zouma yang juga mengawali karir profesional di Stade Geoffroy-Guichard sebelum dibeli Chelsea pada usia 19 tahun.

Saliba tidak diragukan lagi berharap untuk menjadi pemain yang lebih baik. Dia merupakan pemain yang lebih komplet dibandingkan Zouma yang hanya mengandalkan otot.

Meskipun tengah menikmati perkembangan yang melesat bak meteor sejauh ini, usahanya untuk masuk ke tim senior tidak berjalan selancar yang terlihat. Awalnya dia merupakan pemain depan, tetapi tidak memiliki teknik yang mumpuni, karena hanya mengandalkan kekuatannya yang bahkan mampu mengalahkan anak yang dua tahun lebih tua darinya ketika masih berusia 13 tahun.

“Jika dia ingin melangkah lebih jauh dan berkembang, dia harus turun lebih ke dalam,” ujar Abdelaziz Kaddour, pelatihnya ketika di tim U-15 Montfermeil, untuk menjelaskan perpindahan posisi Saliba kepada France Football.

William Saliba Saint-Etienne 2018/19

Dia kemudian digeser menjadi pemain bertahan, karena kurangnya kemampuan menyerang dan dinamisme yang dibutuhkan untuk menjadi pemain depan. Pada awalnya itu membuat Saliba kecewa, tapi tiga bulan kemudian bakatnya dilirik pencari bakat Sainte Ludovic Paradinas.

Sejak saat itu perkembangannya tidak terhentikan. Saliba berhasil memadukan kekuatannya dengan kemampuan antisipasi dan pemahaman permainan yang biasanya butuh beberapa tahun untuk dikuasai pemain muda. Yang paling penting, kelemahan teknik yang mencegahnya bermain sebagai pemain depan kini sudah diperbaiki. Dia kini menjadi lebih efisien ketika menguasai bola, dan hampir tidak ada lagi umpan buruk.

Sekarang dia tinggal memiliki satu kelemahan, yang mengejutkan bagi seorang pemain dengan tinggi 193 cm, yaitu antisipasi bola atas. Meski begitu, dia yakin akan memberikan semua yang dia miliki untuk memperbaiki hal tersebut. Untuk memenuhi target tersebut dia harus memperbaiki segala aspek dalam kehidupannya, termasuk tidur dan diet.

Komitmen yang kuat untuk berkembang mengingatkan kita pada Mbappe, dan mirip seperti pemain terbaik Ligue 1 tahun ini tersebut, Saliba mempertahankan hubungan dekat dengan Bondy.

“Wilo [panggilan Saliba] dicintai dan didengarkan oleh semua orang, dia tetap rendah hati,” ujar Daniel Mboma, teman masa kecilnya, kepada France Football.

Pada akhir musim Saliba memainkan peran penting untuk mengantarkan Saint-Etienne ke Liga Europa musim depan berkat tempat keempat di Ligue 1, meski begitu dia tidak akan tampil di pertandingan terakhir melawan Angers, Sabtu (25/5) dini hari WIB.

Dia bersama timnas U-20 Prancis tengah berusaha untuk memenangkan Piala Dunia di Polandia. Saliba akan menjadi pemain termuda di skuat, tetapi dia juga akan menjadi salah satu pemain yang paling dipelajari lawan.

“Bagi saya, si kecil [Saliba] ini memiliki masa depan yang luar biasa,” ungkap Gasset. “Di usianya, dia memiliki kedewasaan, kecerdasan dalam permainan, teknik, ukuran badan, dan di atas segalanya, dia tahu kemana dia ingin pergi.”

“Jika semua hal berjalan dengan lancar untuknya, dia akan menambahnya dengan perkembangan setiap hari.”

Seperti Mbappe, dia adalah lulusan Bondy lainnya yang ditakdirkan untuk menjadi pemain hebat.

 

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1. Ini Skuad Indonesia Untuk Hadapi Yordania & Vanuatu
2. Pep Guardiola Terima Tawaran Juventus
3. Thorgan Hazard Resmi Berseragam Borussia Dortmund
4. Daniel James Sepakat Gabung Manchester United
5. Peserta Fase Grup Liga Champions 2019/20
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

NxGn 2019 GFX HP

Tutup