William Saliba

Menerka Nasib William Saliba: Pinjaman Arsenal Yang 'Kantongi' Kylian Mbappe, Lionel Messi, & Neymar

Pertandingan tinggal menyisakan kurang dari delapan menit saat umpan terobosan Lionel Messi tampak akan membebaskan Kylian Mbappe.

Dengan skor masih kacamata, Mbappe pasti menyangka ia akan menjadi pahlawan di laga bertajuk Le Classique yang mempertemukan Paris Saint-Germain dengan musuh bebuyutan mereka, Marseille, Senin (25/10) dini hari WIB.

Tetapi tiba-tiba, seolah datang tak diundang, dengan sentuhan ringan, kaki William Saliba berhasil menjauhkan bola seraya menekel Mbappe, dan peluang emas tersebut lenyap begitu saja.

Saliba lalu melakukan selebrasi seolah-olah ia baru saja mencetak gol kemenangan.

Tekel tersebut terbukti krusial, dengan skor bertahan hingga peluit panjang, dan merangkum awal musim pemain pinjaman dari Arsenal itu di Prancis.

"Ini adalah laga terbaik sepanjang karier saya," ujar pemain 20 tahun itu kepada Le Parisien pasca-laga.

"Kami tampil bagus, berjuang hingga akhir, dan berkat atmosfernya, ini adalah salah satu laga paling indah sepanjang karier saya."

Saliba mendapatkan pujian berkat penampilannya dari pandit di seluruh Prancis dan termasuk ke dalam Tim Terbaik Bulan Ini Ligue 1 pada September dan Oktober.

"Willie [Saliba] yang paling membuat saya terkesan," ujar eks-bintang West Ham yang saat ini membela Marseille, Dimitri Payet, saat ditanyai soal pemain-pemain baru.

"Menimbang apa yang sudah ia lakukan sejak awal musim, saya tak paham mengapa ia tidak diandalkan Arsenal."

Sebuah sentimen yang diamini oleh banyak Gooners, yang masih tak habis pikir kenapa bek tengah itu - yang dibeli dengan mahar £27 juta dari Saint-Etienne lebih dari dua tahun lalu - masih belum mengemas sebiji pun menit bermain kompetitif bagi Arsenal.

Nama Saliba selalu masuk trending topic di media sosial setiap kali ia tampil apik bagi Marseille, begitu pula saat Senin dini hari kemarin.

Cara Arsenal memperlakukan Saliba yang begitu berbakat benar-benar membagongkan, begitu banyak suporter yang yakin betul bahwa ia adalah masa depan Gunners, bahkan masa kini.

Tetapi, hingga saat ini, Mikel Arteta bergeming.

William Saliba Kylian Mbappe Marseille PSG GFXGetty Images

Manajer Arsenal itu meminjamkan Saliba ke Nice di paruh kedua musim lalu, setelah hanya menempatkannya untuk berlatih bersama tim U-23 Arsenal di separuh pertama.

Lalu pada musim panas ini, ia kembali dipinjamkan, kali ini Marseille yang beruntung.

"Bersama dengan William, kami memutuskan agar ia dipinjamkan semusim lagi demi perkembangannya," ujar direktur teknis Arsenal, Edu, saat transfer Saliba diresmikan.

"William bergabung bersama kami saat berusia 18 tahun, dan ia baru berusia 20 tahun sekarang, jadi dia masih terus berkembang."

"Ia pemain dengan kemampuan alami yang kuat dan musim depan berpotensi sangat menguntungkannya jika ke Marseille, klub yang bagus."

Kini, tiga bulan setelah dipinjamkan ke Prancis selatan, musim ini memang terbukti amat menguntungkan bagi Saliba, sesuai prediksi Edu.

Namun yang jadi pertanyaan begitu banyak fans Arsenal adalah: 'kok bisa, bek tengah semantap itu tak bisa menjadi palang pintu andalan Arteta?

Beberapa menyebut bahwa Saliba belum siap dengan Liga Primer Inggris, tetapi performanya di Prancis membuktikan sebaliknya.

Ligue 1 mungkin sering tidak dianggap selevel dengan EPL, tetapi tetap saja mereka adalah satu dari lima liga top Eropa. Banyak contoh pemain muda yang 'naik level' dari Ligue 1 ke Liga Primer dengan cukup nyaman, termasuk bek tengah Arsenal yang sekarang: Gabriel Magalhaes.

"Saya tahu terkadang sukar untuk menjelaskan atau memahami mengapa ia dipinjamkan, apalagi setelah uang yang telah klub gelontorkan untuk memboyongnya," jelas Arteta saat membahas situasi Saliba.

"Tapi begitu banyak hal sudah terjadi kepadanya. Ia pemain jangka panjang bagi kami dan kami harus melindunginya. Memberikan tiga atau empat laga tidak cukup."

"Baginya, ia butuh jauh lebih banyak dari itu. Ia harus bermain, bermain, dan bermain, serta menikmati profesinya."

"Dan demi melakukan itu, menurut saya kami menemukan klub yang tepat untuknya. Semoga ia bisa menikmati sepakbolanya dan siap untuk kami musim depan."

William Saliba

Saliba pasti menikmati sepakbolanya saat ini, seperti yang ia tunjukkan saat ia merayakan tekel krusialnya saat melawan PSG.

Dalam 12 penampilan di semua kompetisi, ia mengantongi lima nirbobol. Ia melakukan 16 tekel, dengan kesuksesan sebesar 81.3 persen, jauh lebih tinggi ketimbang Ben White (20 persen) dan Gabriel (55,6 persen).

Pun ia sudah mencatatkan tiga blok, 29 sapuan, 18 intersep, dan 80 kali merebut bola, membuktikan bahwa ia memiliki kemampuan membaca pertandingan di usia yang masih belia.

Kesuksesan duel Saliba juga mencapai 57,8 persen, lebih tinggi dari White (51,2 persen), meski masih di bawah Gabriel (61 persen).

Salah aspek yang dikabarkan menjadi alasan Arteta kurang memercayai Saliba adalah kemampuannya memanfaatkan bola di kakinya.

Tapi ia justru sudah melakukan 962 umpan dengan akurasi 94,5 persen, lebih tinggi daripada White (86,3 persen) dan Gabriel (89 persen).

Namun dari 962 itu, hanya 53 yang merupakan umpan panjang, tetapi akurasinya sebesar 74 persen dan membuatnya lebih unggul daripada duo bek Arsenal.

Dengan ini, statistik membuktikan bahwa Saliba impresif di Prancis. Tetapi itu juga berarti bahwa keputusan Arsenal untuk meminjamkannya lagi adalah langkah yang jitu.

Jika mempertahankannya, rasanya mustahil ia bisa mengemas hingga 1080 menit yang sudah ia catatkan bagi Marseille musim ini.

Apakah Arsenal sebenarnya tak perlu menggelontorkan £50 juta demi White atau tidak, saat mereka sudah punya Saliba, mungkin masih bisa diperdebatkan. Tetapi yang berlalu biarlah berlalu dan White serta Gabriel akan selalu menjadi pilihan utama Arteta saat keduanya bugar.

Jadi, jika Saliba menetap di London utara, ia cuma bakal kebagian remah-remah. Pasti ia cuma tampil melawan West Brom, AFC Wimbledon, dan Leeds United di Piala Liga.

Tetapi saat Arsenal bertandang ke Leicester City, Sabtu (30/10), di Liga Primer, bintang U-21 Prancis itu paling banter hanya menjadi penghangat bangku cadangan, atau bahkan tidak masuk skuad.

William Saliba

Bagi pemain seusianya dan dengan potensinya itu, kondisi tersebut sangat tidak ideal. Menjadi andalan Marseille, di kancah domestik maupun Liga Europa, jauh lebih menguntungkan baginya, bagi perkembangannya.

"Di umur segitu, Anda perlu bermain," ujar eks-bek kanan The Gunners, Bacary Sagna, kepada Goal, saat membahas situasi Saliba di Arsenal.

"Ia punya potensi besar dan di Prancis, semua orang sadar akan itu."

"Meminjamkannya bukanlah hal buruk, bukanlah sebuah hukuman. Bagi saya, lebih cerdik meminjamkannya daripada mencadangkannya atau bahkan tidak dimasukkan ke dalam skuad."

Yang jadi tanda tanya besar adalah, bagaimana nasib Saliba di akhir musim?

Kontraknya di Arsenal bakal tinggal menyisakan dua tahun dan, setelah tak diberi kesempatan dalam tiga tahun pertamanya, ia harus diyakinkan betul-betul jika masih ingin menjadikannya masa depan Arsenal.

Saliba terang-terangan mengaku kaget atas perlakukannya di Arsenal oleh Arteta, jadi ia pasti akan menuntut kejelasan soal masa depannya di Emirates Stadium, apalagi dengan White dan Gabriel - yang masing-masing juga baru berusia 24 dan 23 tahun - mulai membentuk duet yang kokoh di lini belakang.

Narasumber dari Arsenal terus menegaskan bahwa Saliba selalu menjadi bagian vital rancangan masa depan mereka dan menggarisbawahi fakta bahwa mereka tak memasukkan opsi pembelian saat meminjakannya ke Marseille, tak seperti kesepakatan untuk meminjamkan Matteo Guendouzi - yang juga dipinjamkan ke Marseille - Lucas Torreira, atau Konstantinos Mavropanos.

Mereka berencana agar Saliba kembali musim depan setelah musim yang sukses di Ligue 1, dan saat itu situasinya akan kembali dipertimbangkan.

Saliba bakal berbekal nilai tawar yang tinggi jika mulai menegosiasikan kontrak baru, terutama jika ia menjalani (dan mengakhiri) musim ini sebagaimana ia memulainya.

Jadi untuk saat ini, yang harus Saliba prioritaskan hanyalah terus memberikan kesan bagus selama di Prancis, dan tunjukkan bahwa ia mampu bersaing dengan penyerang-penyerang kelas dunia.

Mungkin pihak Arsenal masih harus sedikit diyakinkan. Tetapi Mbappe, Messi, dan Neymar mendapatkan tiket terdepan Senin kemarin untuk menyaksikan betapa tangguhnya bek muda Arsenal itu.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0