Kendati memperlihatkan performa mengecewakan saat mengalahkan Arema FC 1-0 di Stadion Dipta Gianyar, Jumat (19/5) malam WIB, pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro tetap membela striker Ilija Spasojevic.
Hingga pekan kesembilan, penampilan Spaso masih labil. Setelah menjebol gawang Sriwijaya FC pada 5 Mei lalu, penyerang naturalisasi ini kembali kesulitan mencetak gol di dua laga beruntun, termasuk tadi malam.
Menurut Widodo, Spaso telah memberikan kontribusi besar di laga melawan Arema. Widodo menyatakan, ditariknya bek Arema Arthur Cunha di awal babak kedua merupakan buah dari peran Spaso.
“Memang banyak orang berpikir striker harus bisa cetak gol, tapi bagi kami, dia sudah bekerja keras membikin pertahanan lawan melakukan pergantian pemain. Ini membuat pemain pengganti belum panas dan padu, sehingga bisa dimanfaatkan pemain kami, dan mencetak gol,” jelas Widodo.
“Kami syukuri kemenangan ini. Ada aura positif di pertandingan tadi, sehingga kami bisa memenangkan pertandingan. Saya harap pemain tidak lupa diri dengan kemenangan ini, tapi terus berbenah supaya mendapat kemenangan di laga-laga berikutnya.”




Widodo mengakui sengaja tidak memforsir serangan sejak menit awal seperti yang biasa mereka lakukan di sejumlah laga sebelumnya. Menurutnya, ia tidak ingin pemain kedodoran ketika mendapat tekanan dari lawan.
“Kami sudah instruksikan pemain tidak terburu-buru untuk ke depan. Itu berdasarkan evaluasi dari tiga pertandingan sebelumnya, begitu menyerang, kami selalu kedodoran,” ungkap Widodo.
“Otomatis ketika sebuah tim bernafsu menyerang, pasti ada celah. Makanya kami menunggu, lalu melakukan counter-attack. Di saat lawan sudah lelah, kami menggunakan kecepatan untuk menyerang. Saya masukkan [Miftahul] Hamdi, karena cocok dengan situasi, dia menjadi supersub. Dia dibutuhkan saat pemain lawan sedang kedodoran.”
