LIPUTAN ALDIV ALFASERA DARI GIANYAR
Bali United sukses mempertahankan diri menjadi salah satu tim yang belum terkalahkan di Liga 1 2018. Itu setelah, mereka menuai kemenangan atas Barito Putera, skor 2-0, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (22/4) malam.
Pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro, mengakui timnya mesti susah payah untuk menaklukkan Barito Putera di laga ini. Apalagi, kedua tim sama-sama menampilkan permainan menyerang.
"Pada pertandingan tadi kedua tim tampil sangat menyerang dan kami bisa memanfaatkan beberapa peluang, sementara mereka tidak bisa. Ini sangat menguras tenaga dan tentu hal seperti ini kami antisipasi terus ke depan," ujar Widodo, dalam jumpa pers selepas laga.
Di samping itu, Widodo juga menuturkan skuat asuhannya mengalami kelelahan di tengah jadwal padat yang dihadapi. Hal tersebut membuatnya harus memutar otak untuk mengatur komposisi pemain.
"Kami pun terus berusaha meningkatkan kondisi pemain," jelas mantan striker timnas Indonesia itu.
Selain itu, Widodo juga mengapresiasi kinerja strikernya, Yandi Sofyan Munawar, yang masuk menggantikan Ilija Spasojevic pada babak kedua. Masuk sebagai pemain pengganti, Yandi berhasil mencetak gol kedua untuk Bali United.
"Saya apresiasi untuk Yandi. Begitu dia diturunkan bisa menjawab kepercayaan pelatih. Siapapun yang mengganti harus bisa menjalankan peran dengan baik," katanya.
Pada saat yang sama, ia terus meminta kepada Spaso untuk meningkatkan kepaduannya dengan rekan-rekan setimnya. "Inilah proses, terus berusaha, jangan patah arang. Chemistry harus terus diperbaiki, dijaga dan tumbuh kembangkan. Yang penting hari ini menang," ujarnya.
Di sisi lain, Widodo juga memberikan penjelasannya tak memainkan secara penuh gelandang, Milos Krkotic. "Satu gol tadi kurang, saya ingin menguasai lini tengah. Tadi Milos sedikit bermasalah juga, betisnya terganggu. Saya juga tarik Spaso untuk memberi kesempatan Yandi agar ketika dia (Spaso) ditarik ke timnas Indonesia, pemain lain masih siap," tuturnya.
Sementara itu, Yandi bersyukur bisa membantu timnya meraih kemenangan. "Kami bermain lebih efektif meski tidak membuat banyak peluang. Itu instruksi coach. Peluang sekecil apapun harus dimanfaatkan. Ini modal ke depan dan bisa mengangkat moral kami," ucap Yandi.(gk-67)


