Nuno Espírito Santo akan tetap menjadi pelatih West Ham United musim depan, demikian diumumkan klub melalui saluran resminya. Dengan demikian, degradasi klub tersebut tidak menjadi akhir kariernya.
Akhir pekan lalu, tirai telah ditutup secara definitif bagi tim asal London ini, meskipun mereka meraih kemenangan telak atas Leeds di kandang sendiri. Pesaing langsung mereka, Tottenham Hotspur, juga memenangkan pertandingan terakhirnya, sehingga West Ham tidak dapat menghindari degradasi.
Dengan demikian, klub ini kembali turun ke divisi kedua Inggris setelah 14 tahun. Sejak musim 2012/13, West Ham berkompetisi di Premier League, dengan pencapaian tertinggi finis di posisi keenam pada musim 2020/21 dan meraih gelar Conference League pada musim 2022/23.
Namun, West Ham tetap mempertahankan kepercayaan pada pelatih asal Portugal tersebut. Klub menyatakan bahwa Espírito Santo 'sangat termotivasi' untuk membawa klub kembali ke Premier League, sebuah tugas yang pernah ia selesaikan sebelumnya. Pada 2018, ia berhasil membawa Wolverhampton Wanderers dari Championship ke level tertinggi.
Ini adalah musim yang sibuk bagi pelatih berusia 52 tahun itu, yang sebelumnya pada awal tahun ini dipecat lebih awal oleh Nottingham Forest. Tak lama setelah itu, ia mengambil alih tongkat estafet dari Graham Potter di London Stadium.
Ia mendapati tim yang sedang dalam kesulitan: dalam lima pertandingan pertama di bawah Potter, tim hanya meraih tiga poin. Tugasnya sejak saat itu jelas: mencegah degradasi.
Setelah jeda musim dingin, West Ham menunjukkan peningkatan yang nyata, tetapi pada akhirnya hal itu tidak cukup untuk memastikan kelangsungan mereka di liga.



