Timo Werner sudah meneken kesepakatan prakontrak dengan Bayern Munich pada 2019, namun ia kemudian membatalkan kepindahannya ke raksasa Bundesliga Jerman itu setelah mengetahui dirinya tidak diinginkan oleh figur-figur senior di klub, demikian konfirmasi Goal dan SPOX.
Werner, yang saat itu bersama RB Leipzig, terikat kontrak yang berakhir pada 2020, dan ia sedang membidik kepindahan sebagai bebas transfer.
Namun, Werner mengetahui bahwa manajer Bayern saat itu, Niko Kovac, dan direktur olahraga Hasan Salihamidzic tidak tertarik menggunakan jasanya, yang menyebabkan dirinya memberitahu agennya, Karl-Heinz Forster, untuk membatalkan kesepakatan.
Sebuah laporan di Der Spiegel memiliki rincian tentang gugatan antara Forster dan mantan rekannya, Murat Lokurlu, yang dia klaim berutang €660.000 kepadanya dari kontrak profesional pertama Werner di Stuttgart pada musim 2014/15.
Sebagai bagian dari gugatan itu, Lokurlu telah mengajukan sejumlah dokumen, termasuk obrolan di WhatsApp yang berisi detail dari transaksi transfer Werner pada 2019.
Laporan di Der Spiegel menyebutkan bahwa menurut pengacara Lokurlu, Werner sedang dalam pembicaraan dengan Liverpool mengenai kepindahannya pada Februari 2019.
Liverpool menawarkan gaji kepada Werner sebesar €12 juta per tahun dan bonus tambahan €25 juta.
Namun, Forster malah mendorong kliennya untuk bergabung dengan Bayern dan membuat kesepakatan dengan klub Bundesliga itu untuk Werner, yang ditandatangani.
Ketika Werner mengetahui ketidakpedulian Bayern tentang kemungkinan dirinya bergabung, dia mendorong agar kesepakatan itu dibatalkan dan akhirnya meneken perpanjangan kontrak dengan RB Leipzig.
Pada tahun berikutnya, Werner sepakat bergabung ke Chelsea, di mana dia pindah jelang musim 2020/21.
Ketika dihubungi Goal dan SPOX, pihak Bayern menolak berkomentar tentang cerita tersebut. Sementara itu, Forster tidak dapat dihubungi untuk diminat keterangannya.




