Arsene Wenger Pep Guardiola Sir Alex FergusonGetty/Goal

Arsene Wenger Bahas Tawaran Latih Manchester United, Arsenal Pernah Tolak Pep Guardiola

Arsene Wenger mengungkapkan dirinya pernah ditawari kesempatan melatih Manchester United dan peluang untuk merekrut Pep Guardiola di Arsenal.

Eks manajer The Gunners itu sekarang bekerja sebagai Kepala Pengembangan Global FIFA, setelah melewati karier manajerial yang berlangsung selama empat dekade.

Menjelang akhir masa jabatannya di Arsenal dan sejak kepergiannya dari Emirates Stadium, Wenger dikaitkan dengan kepulangan ke Prancis untuk mengambil alih kursi kepelatihan Paris Saint-Germain, namun ternyata itu bukan satu-satunya tawaran bergengsi yang pernah ditolaknya.

"Saya beberapa kali ditawari pekerjaan itu [PSG]," ungkap Wenger dalam wawancara panjang dengan The Times.

Ia juga mengonfirmasi bahwa suatu ketika punya kesempatan untuk menjadi manajer di Old Trafford, namun ia tidak mengungkapkan momen pastinya.

"Saya tidak memberi tahu Anda tentang yang ini," lanjut Wenger. "Tapi saya bisa memberi tahu Anda bahwa Manchester United menawarkan pekerjaan itu pada saya."

"Ah, kami mengalami beberapa persaingan yang hebat," lanjutnya soal rivalitas dengan Sir Alex Ferguson. "Ia seorang yang cerdas. Anda tidak akan memiliki karier sepertinya apabila Anda bodoh."

Lalu Wenger membahas tentang Pep Guardiola, manajer Manchester City sekarang ini. Seandainya dahulu ceritanya berbeda, Guardiola mungkin menjadi anak asuh Wenger di London utara semasa bermain.

"Ketika Guardiola masih bermain, ia datang ke rumah saya untuk meminta bermain bagi Arsenal," kata Wenger. "Saat itu saya memiliki [Patrick] Vieira. Saya juga punya Gilberto Silva. Jadi saya tidak bisa merekrutnya."

Jika Guardiola tidak pernah mendapatkan kesempatan menjadi anak didik Wenger, lain halnya dengan bintang muda City, Phil Foden yang mendapat kepercayaan dari Guardiola untuk berkembang di Etihad Stadium.

Wenger mengatakan telah melihat penampilan Foden saat Inggris menang 1-0 atas Islandia di UEFA Nations League, dan ia ingin agar sang pemuda terus diberi kesempatan.

"Buruk. Saya telah melihat begitu banyak pemain bagus yang tidak bermain bagus untuk Inggris. Mereka takut untuk bermain," sambungnya.

"Phil Foden adalah pemain besar dengan kualitas besar, tapi saat ini ia belum berhasil. Ia belum cukup banyak bermain di Manchester City. Anda membutuhkan sekitar 100 pertandingan untuk mengetahui perkembangan Anda di Liga Primer."

"Saya mengikuti setiap pertandingan sepakbola Inggris di televisi. Itu liga saya. Anda tidak perlu datang ke sekolah khusus untuk mengetahui Bayern Munich akan menjadi juara di Jerman, Juventus akan juara di Italia, atau PSG yang menjadi juara di Prancis."

"Inggris masih merupakan liga yang paling tak terduga di Eropa, meski pun tahun lalu bukan tahun yang baik dan tim-tim Inggris tidak berprestasi bagus di Eropa."

Iklan
0