Ben Foster Watford 2021-22Getty Images

Tak Cuma Pesepakbola, Kiper Watford Ben Foster Rupanya Juga YouTuber Yang Hobi Bersepeda

Ada yang ingat saat akun Twitter Bruno Fernandes salah mengunggah foto Gabriel Martinelli yang sedang berlatih bersama Arsenal dan langsung menghapusnya? Tak lama kemudian, Martinelli mengunggah foto yang sama dengan caption yang sama persis pula.

Tidak ada yang benar-benar mempermasalahkannya, toh itu hanya kesalahan sepele belaka meski mungkin sedikit memalukan. Tetapi kita bisa berspekulasi bahwa begitulah praktik yang jamak terjadi di laman media sosial pesepakbola profesional: mereka menggunakan jasa agensi untuk mengelola akun pribadi mereka, dan terkadang beberapa pemain menggunakan jasa yang sama.

Tetapi ada satu pemain yang keluar dari norma tersebut, Ben Foster namanya. Kiper Watford ini memiliki kanal YouTube bernama The Cycling GK, di mana ia ikut turun tangan memproduksi konten yang menawarkan "wawasan unik tentang kehidupan seorang penjaga gawang profesional".

Pada Maret 2020 lalu, pandemi Covid-19 membuat dunia seolah berhenti berputar. Tempat wisata ditutup, sekolah digelar dari rumah, dan sepakbola ditunda.

Foster, saat itu 37 tahun, pun menggunakan waktu dan energinya untuk mengawinkan karier sepakbolanya dengan hobi bersepedanya dan melahirkan The Cycling GK.

Lewat YouTube, ia menyuguhkan kehidupannya di dalam dan luar lapangan, sekaligus menjadi pengingat baginya bahwa sepakbola tidak seserius itu.

"Saya cinta sepakbola, jangan salah," ujar Foster kepada ESPN. "Saya mencintai Sabtu sore; saya mendapatkan suntikan adrenalin yang luar biasa darinya. Tapi sisanya? biasa saja — benar-benar biasa saja, segala tetek bengek sepakbola — pesohor, ketenaran, dan sebagainya. Mereka sama sekali tidak penting buat saya."

Dengan kamera GoPro di belakang gawang, kita bisa mengintip dan menguping apa saja yang terjadi di lapangan hijau. Entah itu umpatan pemain lawan yang kesal karena tak diberi umpan, atau bagaimana Foster mencaci bek-bek di depannya karena membiarkan penyerang lawan menembak.

Foster juga mengajak penontonnya melihat orang-orang di balik layar sebuah klub: supir bus tim, koki, kitman, dan lain-lain. Rasanya jadi teringat, bahwa sepakbola amat lekat dengan manusia, dan pesepakbola juga cuma manusia biasa.

Lewat video-videonya, nyaris satu juta subscriber-nya bisa melihat antusiasme Foster saat bersepeda menggunakan Tarmac SL7-nya, betapa ia tidak mau kalah saat mengayuh sepeda statis, bahwa ia menyukai saus tomat, hingga bagaimana Will Hughes (gelandang Crystal Palace yang dulu bermain untuk Watford) benar-benar hobi mengumpat.

Foster melihat dirinya sebagai pehobi sepeda, seperti ia melihat dirinya sebagai pesepakbola profesional. "Nama saya Ben Foster: saya seorang suami, dengan dua anak, saya cinta bersepeda, saya bekerja sebagai pesepakbola. Begitulah kehidupan saya. Anda harus belajar untuk memisahkan siapa diri Anda dan pekerjaan Anda."

Saking hobinya, ia sudah seperti menganggap bersepeda sebagai kebutuhan. Dua jam yang ia habiskan untuk bersepeda bisa menenangkan pikirannya, serta memungkinkan dirinya untuk "makan dan minum sesuka hati" karena sudah membakar 2.000 kalori.

Tetapi gairahnya bersepeda tidak tumbuh begitu saja. Selama berkarier 19 tahun, ia sudah mengalami cedera ACL tiga kali, dan bersepeda membantu menjaga kebugarannya tanpa membuat lututnya tertekan. Berkat itu pula, kesehatan mentalnya terjaga saat pembatasan sosial Covid-19 di Inggris.

"Seperti obat terbaik yang pernah ada - saya harus melakukannya tiap hari, entah di sepeda statis, atau bersepeda keluar, dan saya akan melakukannya satu hingga dua jam."

"Saat terjebak di rumah, saya cemas berat badan saya naik. Tetapi karena saya bersepeda begitu giat, saya bugar bukan main, dan soal mental, ini sangat membantu mental saya."

Mengelola kanal YouTube juga membuatnya menyadari satu hal: betapa brutalnya media sosial buat para pemain muda yang baru merintis kariernya.

"Usai peluit panjang, hal pertama yang mereka lakukan adalah mengecek pendapat orang-orang random [di media sosial] dan itu memengaruhi mereka. Mereka tidak bereaksi dengan marah, mereka menginternalisasinya, dan itu memengaruhi mereka. Sayang sekali, karena pendapat yang perlu Anda pusingkan cuma pendapat pelatih, orang-orang terkasih, orang tua, pokoknya orang-orang yang berarti."

Yang jelas, lewat The Cycling GK, Foster cuma berusaha untuk menjadi dirinya sendiri. Ia tak memedulikan apa kata orang dan merangkul lekat-lekat apa yang menjadi kecintaan serta obsesinya.

Ia kini bakal berusaha untuk merekam kehidupannya sebagai pesepakbola, yang juga hobi bersepeda.

"Saat di depan kamera, saya cuma berusaha menunjukkan beginilah cara saya menghadapi sepakbola. Saya jadi tahu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan cara ini ... orang-orang benar-benar menontonnya! Bahkan video bersepeda saja mendapatkan ratusan ribu penonton. Luar biasa. Ini berhasil. Saya mencintai ini."

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0