Berita Live Scores
Portugal v Islandia

Waspada Penyakit Musiman Cristiano Ronaldo

16.43 WIB 14/06/16
HD Cristiano Ronaldo Portugal
Reputasi Ronaldo sebagai pencetak gol kelas dunia memang tak terbantahkan, tapi rekornya di turnamen internasional sangatlah banal.

Reputasi Cristiano Ronaldo sebagai pencetak gol kelas dunia bersama Real Madrid dan tim nasional Portugal memang tak terbantahkan. Bintang berusia 31 tahun itu sudah mencatatkan lebih dari 300 gol di level klub dan lebih dari 50 gol di level internasional. Sebagai pelengkap, nama Ronaldo bahkan ikut muncul di bursa taruhan sebagai unggulan untuk meraih penghargaan Sepatu Emas di Euro 2016.

Adapun fakta menunjukkan bahwa Ronaldo punya penyakit musiman yang selalu kambuh setiap dua tahun: majal di turnamen besar internasional.

Penyerang Portugal itu, yang eksekusi penaltinya mengamankan gelar Liga Champions bagi Madrid bulan lalu, menikmati musim yang indah bersama sang raksasa Spanyol. Ia mencetak 35 gol musim lalu dan hanya Luis Suarez (40 gol) yang mampu mencetak lebih banyak gol di La Liga. Tak heran, harapan negara bakal bertumpuk di bahunya selama turnamen di Prancis musim panas ini.

Portugal boleh saja mengandalkan Ronaldo, tapi perlu diingat bahwa rekornya di turnamen internasional tidaklah spesial. Dalam 29 penampilan (baik di Piala Dunia dan Euro), eks penggawa Manchester United itu hanya mencetak sembilan gol atas namanya. Bintang Portugal itu memang tajam di kualifikasi, tapi putaran final tampaknya memiliki pengaruh yang berbeda bagi sang bintang.

Memang, pertandingan di level internasional jauh lebih ketat dibandingkan level klub, terutama di turnamen besar. Walau begitu, pemain sekaliber Ronaldo seharusnya memiliki pengaruh lebih besar di turnamen penting. Hal ini turut diperparah oleh buruknya daya gedor Seleccao. Selain Ronaldo, pilihan Fernando Santos di lini depan tidaklah banyak.

Nani menjadi salah satu andalan dengan catatan debut yang mengesankan bersama Fenerbahce. Mantan winger United itu mencetak delapan gol dan delapan assist di Super Liga, tapi inkonsistensi bagi timnas masih jadi masalah. Sementara itu, Ricardo Quaresma yang disebut sebagai opsi tambahan tidak jauh berbeda dari Nani dan Rafa Silva masih terlalu hijau untuk diandalkan di kompetisi akbar.

Terlepas dari pilihan yang membingungkan, besar kemungkinan Santos akan memainkan Ronaldo sebagai penyerang utama di Prancis. Ini bukanlah posisi yang asing bagi Ronaldo, ia sudah mencatatkan sembilan penampilan bagi Los Blancos di posisi itu (rata-rata 0,78 gol per laga). Namun, terbukti bahwa ia lebih efektif mencetak gol ketika dimainkan sebagai sayap kiri (1,12 gol per laga) – di mana ia bisa leluasa menusuk kotak penalti dan melepas tembakan keras dengan kaki kanannya.

Formasi 4-3-3 diyakini merupakan preferensi utama Santos di kompetisi kali ini. Quaresma dan Nani sepertinya bakal mendampingi Ronaldo dalam trisula serangan. Walau trio tersebut kiranya sudah cukup untuk menjadikan Portugal unggulan di Grup F, Santos tak boleh meremehkan para pesaing mereka.

Austria, Hongaria, dan Islandia total kebobolan 20 gol dalam 30 pertandingan di kualifikasi dan tidak bisa diremehkan di Prancis. Walau kelas pemain mereka diyakini kalah jauh dari Ronaldo, Euro telah membuktikan bahwa klub kuda hitam dengan pertahanan ketat bisa mengganjal unggulan macam Spanyol dan Inggris.

Pemain kelahiran Lisbon itu memang mencatatkan rekor apik dengan 58 gol dalam 126 penampilan bagi Portugal, tapi hanya sembilan gol yang terlahir dalam 29 penampilan di turnamen resmi. Jika ingin melampaui kesuksesan edisi 2004, ketika Portugal mencapai final dan kalah dari Yunani, sang bintang harus segera menyembuhkan dirinya dari penyakit musiman ini – dimulai dari laga kontra Islandia, Rabu (15/6) dini hari WIB.