Kendati dua klub, Bali United dan Persipura Jayapura, batal tampil di Piala AFC 2021, Indonesia masih bisa tersenyum setelah sepasang wasit tanah air mendapat kepercayaan untuk memimpin pertandingan di turnamen antarklub kasta kedua di Asia tersebut.
Konfederasi sepakbola Asia (AFC) telah menunjuk Thoriq Alkatiri dan Nurhadi Sulchan untuk memimpin laga di turnamen tersebut. Mereka akan bertugas di pertandingan play-off antara klub India JSW Bengaluru dan Club Eagles (Maladewa) pada 15 Agustus.
Selepas itu, Thoriq dan Nurhadi kembali melanjutkan tugasnya di Grup D yang berlangsung di Maladewa pada 18-24 Agustus. Pemenang play-off nantinya akan masuk ke grup ini untuk bergabung dengan Mohun Bagan FC (India), Maziya Sports & Recreation (Maladewa), dan Bashundhara Kings (Bangladesh).
Sekjen PSSI Yunus Nusi mengutarakan, terpilihnya Thoriq dan Nurhadi menjadi kebanggaan tersendiri bagi induk organisasi sepakbola Indonesia tersebut. Apalagi penugasan itu dilakukan saat pandemi COVID-19 masih melanda sebagian besar negara Asia.
“Bersyukur AFC memberikan kepercayaan kepada PSSI untuk mengirimkan wasit dan asiten wasit ke ajang bergengsi AFC Cup 2021. Ini juga membuktikan wasit-wasit Indonesia secara kualitas tidak kalah dengan wasit-wasit negara lainnya,” tutur Yunus dilansir laman resmi PSSI.
“PSSI mendukung penuh dan berharap dua wasit ini dapat menjalankan tugas dengan baik, dan tidak mendapat kendala berarti di sana. Pengalaman mereka tugas di pertandingan internasional sangat baik, tentu ini menjadi motivasi bagi wasit-wasit lainnya di Indonesia.”
Sementara itu, Nurhadi menyatakan, ini untuk kali pertama dirinya bertugas sebagai asisten wasit di luar negeri saat pandemi virus Corona sedang berlangsung.
“Terima kasih kepada AFC dan PSSI atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Tentu sebelum berangkat saya mempersiapkan diri dengan baik kondisi fisik, stamina, dan lain-lainnya. Hal ini agar saat bertugas di sana dapat menjalankannya dengan baik, lancar, dan sesuai law off the game,” papar Nurhadi.
Laga play-off dan penyisihan Grup D nyaris dibatalkan setelah tiga negara menyatakan keberatan menggelar pertandingan di tengah pandemi. AFC akhirnya hanya membatalkan pertandingan di zona ASEAN, karena angka kasus pandemi mengalami peningkatan drastis. Sedangkan pemerintah Maladewa melunak dengan mengizinkan zona Selatan digelar di negara mereka.
Pemerintah Maladewa sebelumnya sempat mengusir skuad Bengaluru, karena tiga pemain klub India tersebut melanggar protokol kesehatan yang ditetapkan negara ini, sehingga pertandingan play-off pada 11 Mei mengalami penundaan.


