Direktur komunikasi komite wasit Jerman, Lutz Michael Frohlich, tidak melarang para pengadil lapangan di Bundesliga menghentikan laga semantara waktu demi memberikan kesempatan kepada pemain untuk berbuka puasa.
Hal itu terjadi dalam pertandingan pekan ke-28 ketika Augsburg menjamu Mainz pada 6 April. Wasit Matthias Jollenbeck tiba-tiba menghentikan laga pada menit ke-65. Jollenbeck ternyata memberikan kesempatan kepada bek Mainz, Moussa Niakhate, untuk berbuka puasa.
Niakhate mengambil botol minuman, dan menenggaknya sambil berbicara dengan penjaga gawang Robin Zentner. Setelah membatalkan puasanya, Niakhate lalu menghampiri wasit, dan mengucapkan terima kasih.
Peristiwa itu merupakan yang pertama kalinya terjadi di Bundesliga ketika wasit memberikan kesempatan kepada pemain muslim untuk membatalkan puasa di tengah pertandingan.
Frohlich mengutarakan, komite wasit Jerman telah memberikan persetujuan kepada wasit untuk menghentikan pertandingan sementara waktu bila ada pemain yang meminta untuk berbuka puasa.
“Tidak ada instruksi umum terkait masalah ini. Tapi tentu saja kami memberikan dukungan kepada wasit kami untuk mengizinkan [pemain] minum untuk berbuka puasa berdasarkan permintaan para pemain. Mereka merasa senang melakukan itu,” jelas Frohlich dikutip laman Daily Mail.
Kebijakan Jollenbeck memberi kesempatan kepada Niakhate juga diikuti wasit lainnya satu pekan kemudian. Hal itu terlihat dalam pertandingan antara RB Leipzig dan Hoffenheim akhir pekan kemarin.
Wasit Bastian Dankert menghentikan pertandingan di menit ke-30 untuk memberi kesempatan kepada bek Leipzig Mohamed Simakan membatalkan puasanya. Di laga ini, Leipzig mencatat kemenangan 3-0.
Situasi serupa pernah terjadi di Liga Primer Inggris ketika Leicester berhadapan dengan Crystal Palace. Kala itu, laga dihentikan sementara agar bek Leicester Wesley Fofana dan gelandang Palace, Cheikhou Kouyate, bisa berbuka puasa.
Jadwal pertandingan yang bertepatan dengan waktu berbuka puasa memang kerap menyulitkan pemain muslim. Pada 2018, penjaga gawang Tunisia, Mouez Hassen, pernah berpura-pura cedera untuk memberikan kesempatan kepada rekan satu timnya untuk berbuka puasa.




