John ElkannGetty Images

Warisan Leluhur, John Elkann Tegaskan Juventus Tak Dijual

Pemilik Juventus John Elkann menegaskan manajemen tidak pernah berpikir untuk menjual Bianconeri kepada pihak lain, karena sudah menjadi warisan leluhur selama satu abad.

Juventus dihantam berbagai masalah belakangan ini. Setelah pengurangan 15 poin yang membuat kans mereka meraih Scudetto bertambah berat, Juventus juga terancam mengalami nasib serupa. Kali ini Juventus dituduh melakukan pemalsuan laporan keuangan.

Kendati demikian, Elkann menegaskan, berbagai permasalahan yang menerpa Juventus tidak akan menggoyahkan mereka mempertahankan klub. Elkann tidak ingin mengkhianati gairah sang kakek Gianni Agnelli.

Keluarga Agnelli sudah menguasai Juventus sejak 1923. Hubungan antara klub dan dinasti Agnelli menjadi yang tertua dan terlama dalam olahraga nasional hingga menjadikan Juventus salah satu klub olahraga profesional pertama di Italia.

“Ini adalah ikatan kuat yang telah menghadapi tantangan berbagai krisis selama keberadaannya,” tegas Elkann dalam wawancaranya dengan surat kabar keuangan Prancis, Les Echos, dikutip laman Football Italia.

“Saya selalu mengagumi keberaniannya. Jika ada contoh yang dia berikan kepada saya, itu adalah untuk selalu bertanggung jawab, juga di saat-saat sulit.”

Elkann menambahkan, sepupunya, Andrea Agnelli, sudah melakukan tugasnya dengan baik. Sebelum adanya keputusan pengurangan poin, Andrea telah mundur dari jabatannya sebagai presiden klub pada November tahun lalu.

“Andrea tetap menjadi pemegang saham di Giovanni Agnelli BV kami, dia menjadi bagian dari dewan direksi,” kata Elkann.

“Dia melakukan pekerjaan luar biasa sebagai presiden Juventus selama sepuluh tahun, dan memutuskan untuk mundur bersama dewan klub untuk lebih membela diri dari tuduhan yang, sampai hari ini, sama sekali tidak terbukti.”

Sementara itu, laporan di Italia mengklaim Jaksa FIGC Giuseppe Chine telah meminta 40 hari lagi untuk melakukan penyelidikan terhadap gaji Juventus. Keputusan tersebut akan diungkapkan dalam beberapa minggu mendatang.

Chine saat ini sedang menyelidiki dokumen yang diberikan jaksa Turin yang bisa membuktikan Juventus membayar gaji para pemain dan anggota staf di bawah meja setelah puncak pandemi COVID pada tahun 2020, tanpa mencatatkan utang mereka di neraca, serta gagal memberi tahu FIGC.

Iklan
0