Mantan penjaga gawang Italia Walter Zenga mengaku pernah mendapatkan pengalaman pahit ketika berkarir di Arab Saudi. Zenga sempat tidak mendapatkan gaji selama enam bulan.
Selepas gantung sepatu, Zenga melanjutkan karir sebagai pelatih. Zenga mendapat tawaran dari seorang rekannya mengenai kursi pelatih yang lowong di Al-Nassr. Saat itu Zenga berstatus pengangguran setelah Palermo memecatnya.
Menurut Zenga, Roberto Donadoni sempat berusaha mencegah dia menerima tawaran tersebut. Kendati demikian, Zenga tidak menjelaskan alasan Donadoni melarang dirinya berkarir di Arab Saudi. Pada 11 Mei 2010, Zenga akhirnya diumumkan sebagai pelatih Al-Nassr.
Namun karirnya di klub Pro Legue Arab Saudi itu tidak berjalan mulus. Zenga didepak dari kursi pelatih pada Desember setelah posisi Al-NAssr terdongkel dari puncak klasemen. Pengalaman pahit pun dirasakan Zenga.
“Klub [Cristiano] Ronaldo sekarang memaksa saya untuk mundur dan mengucapkan salam perpisahan yang menjadi awal perselisihan yang akhirnya melibatkan FIFA,” ujar Zenga kepada Corriere dello Sport.
“Saya tidak menerima gaji selama enam bulan, tapi akhirnya saya mendapatkan hak saya. Sekarang masalah seperti itu tidak terjadi lagi. Anda bisa lihat, sekarang levelnya sudah berbeda.”
Zenga kini berlabuh di Indonesia, dan ditunjuk menjadi direktur pengembangan klub Persita pada Juni lalu.
“Bisa dibilang saya tidak pernah melewatkan apa pun. Saya perlu merasakan stres dalam segala bentuknya. Setiap usia menawarkan banyak hal, saya telah merasakannya sebagai pemain, pelatih, dan sekarang saya telah menyesuaikan diri dengan peran baru ini, yang memuaskan saya,” tutur Zenga.
“Saya bertindak sebagai penyambung antara klub dan pelatih, saya mengawasi pembangunan pusat pelatihan, saya memberikan pengetahuan saya tentang organisasi. Ada hal-hal yang harus dilakukan, dan saya tidak keberatan memberikan apa yang saya ketahui. Mungkin tidak sedikit, mengingat saya sekarang berusia 63 tahun.”




