Pelatih Maroko Walid Regragui mengatakan, para pemain berusaha memberikan yang terbaik di tiap pertandingan bukan hanya karena membawa nama negara, tapi juga kecintaan kepada ibu masing-masing.
Sejumlah pemain Maroko sering terlihat merayakan kemenangan bersama ibu mereka. Sofiane Boufal menari bersama ibunya di lapangan setelah kemenangan atas Spanyol. Achraf Hakimi juga berlari ke arah penonton untuk mencium ibunya di salah satu pertandingan.
Regragui mengutarakan, rasa terima kasih kepada orang tua menjadi kultur yang kental bagi masyarakat Maroko. Mereka menganggap orang tua sebagai mercusuar dalam kehidupan mereka.
“Piala Dunia adalah kesempatan bagi para pemain kami untuk menunjukkan seberapa dekat mereka dengan keluarga, ibu, dan istri mereka. Apa artinya bagi mereka,” ujar Regragui dalam keterangannya kepada wartawan dikutip laman Gulf Today.
“Ini merupakan budaya Maroko untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada ibu kami, karena mereka adalah mercusuar kehidupan. Mereka selalu mendoakan yang terbaik untuk kami.”
Maroko menjadi negara Afrika pertama yang lolos ke semi-final Piala Dunia. Dalam perjalanannya, Maroko berhasil memuncaki klasemen Grup F, dan dilanjutkan dengan menyingkirkan Spanyol di 16 Besar, dan mengempaskan Portugal di perempat-final.
Regragui menyatakan, mereka berambisi kembali menciptakan sejarah dengan berusaha mengalahkan Prancis untuk merebut tiket ke final. Menurut Regragui, perjuangan Maroko di Piala Dunia kali ini bukan hanya sekadar membawa nama negara, tapi juga Afrika dan Arab.
“Kami ada di sini untuk menang. Kami ingin melangkah lebih jauh, kami ingin menjadi juara dunia untuk Afrika, saudara-saudara kami di Mesir, Suriah, Tunisia, serta negara-negara Arab. Kami yakin bisa mewujudkan ambisi ini, ucap Regragui.
Ketika disinggung mengenai kehidupannya yang sulit saat kanak-kanak di kawasan padat penduduk di Prancis, Regragui enggan membahasnya. Regrahui hanya menegaskan, itu memberikannya motivasi yang tinggi.
“Saya tidak ingin membahas semua hal itu. Terkadang tidak mudah bagi sebagian orang dalam hidup seperti orang lain. Tapi itu adalah sesuatu yang mendorong saya. Itu membuat saya merasa lapar dan tetap hidup,” lata Regragui.
“Saya seorang pemimpi dan saya suka bermimpi. Saya suka membuat mereka menjadi kenyataan. Banyak orang mengkritik saya ketika saya berbicara tentang impian saya untuk melangkah jauh ke Piala Dunia, tapi sekarang kami di sini.”
