Wali kota Paris Anne Hidalgo menolak permohonan klub tajir Prancis, Paris Saint-Germain, untuk membeli Stadion Parc des Princes yang menjadi persyaratan renovasi.
PSG telah menjadikan Parc des Princes sebagai kandang sejak tahun 1970, dan diyakini telah mengucurkan dana sekitar £75 juta untuk membantu perbaikan selama beberapa tahun terakhir, meski mereka sebenarnya tidak memiliki stadion tersebut.
Raksasa Ligue 1 ini mengajukan permohonan pada tahun lalu untuk melakukan modernisasi dam pelebaran stadion yang dikabarkan memakan biaya hingga 500 juta euro. PSG bersedia mengucurkan dana itu bila Parc des Princes dijual kepada mereka.
Namun permohonan ini ditolak Hidalgo. Sang wali kota menegaskan, pemerintah tidak akan menjual stadion yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi Paris dan masyarakatnya.
“Kami memiliki posisi yang sangat jelas. Parc des Princes tidak untuk dijual, dan tidak akan dijual. Ini adalah posisi yang tegas dan pasti. Ini adalah warisan yang luar biasa bagi warga Paris,” tegas Hidalgo kepada Le Parisien.
Keputusan wali kota itu mendapat respons dari manajemen PSG. Juru bicara klub mengungkapkan kekecewaan atas pernyataan Hidalgo. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan PSG akan hengkang dari Parc des Princes.
“[Itu] Mengejutkan dan mengecewakan mendengar walikota Paris mengambil sikap yang secara efektif akan memaksa PSG, fans kami, dan komunitas [pergi] dari Parc des Princes. PSG dan Parc des Princes adalah bagian dari sejarah dan warisan Paris yang membanggakan,” tutur sang juru bicara dinukil laman ESPN.
“PSG telah menginvestasikan lebih dari 85 juta euro untuk mempertahankan stadion, sambil melakukan tambahan 500 juta euro untuk renovasi bagi para suporter kami, dan memungkinkan PSG tumbuh dan bersaing dengan klub lain di level tertinggi di Eropa.”
“Jelas, investasi besar ini hanya akan dilakukan oleh PSG jika kami benar-benar memiliki Parc des Princes. Sangat disesalkan wali kota sekarang tiba-tiba menutup secara definitif diskusi penjualan yang telah kami lakukan sejak lama. Sayangnya [kami] terpaksa memajukan opsi alternatif untuk kandang kami.”


