Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

Laos U-22 vs Singapura U-22 - SEA Games 2019Alvino Hanafi

Wajib Militer Buat Singapura Susah Cari Pemain


LIPUTAN    MUHAMMAD RIDWAN      DARI   MANILA

Singapura kesulitan mencari pemain muda dengan kualitas mumpuni untuk memperkuat tim nasional. Wajib militer yang ada di negara tersebut menjadi penyebab utamanya.

Setiap pemuda Singapura minimal berusia 18 tahun diwajibkan mengikuti militer. Maka dari itu para bibit muda berbakat jadi kehilangan sentuhannya karena proses tersebut.

Terbukti, selepas menjadi juara Piala AFF tujuh tahun lalu, Singapura tidak bisa lagi berprestasi. Negera yang sempat dijajah Inggris tersebut juga tak lagi menelurkan bintangnya.

"Orang mungkin tidak mengerti kondisi negara saya. Negara saya terhambat dengan development pemain. Soalnya, kami ada wajib militer," kata asisten pelatih Singapura U-22, Noh Alam Shah, di Manila.

"Itu suatu hal yang tidak bisa kami jelaskan kepada negara-negara lain. Soalnya, ketika kami sampai di usia 18 tahun atau 19 tahun, sudah mau bagus, diambil militer dua tahun dan balik lagi menjadi nol," Noh Alam menambahkan.

Contoh paling nyata terjadi pada Ben Davis.Pemain muda Fulham tersebut memilih pergi dari Singapura dan menjadi warga negara Thailand, karena tidak mau ikut wajib militer. 

Ben Davis juga sempat masuk skuad timnas Thailand untuk perhelatan SEA Games 2019. Sayang, nasib berkata lain karena ia tidak masuk dalam daftar 20 pemain Gajah Perang dalam perhelatan tersebut.

"Negara saya kalau A, ya A. Tidak ada kelonggaran seperti negara lain. Itu kelemahan Singapura. Makanya di timnas kami bisa lihat perbedaan, tapi di kelompok umur pasti selalu ada masalah seperti sekolah dan militer," ujarnya

"Itu yang sangat saya sayang tidak didukung pemerintah Singapura. Soalnya, negara diutamakan lebih dari olahraga. Berbeda seperti Indonesia," imbuhnya.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google