Gara-gara kecelakaan bermain kembang api saat malam Tahun Baru, bek kanan Galatasaray Omar Elabdellaoui harus masuk rumah sakit. Wajah dan tangannya dikabarkan terluka parah terkena ledakan.
Galatasaray mengonfirmasi kecelakaan ini tidak sampai membahayakan nyawa Elabdellaoui, tapi sang pemain harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, dengan luka pada matanya jadi kekhawatiran tersendiri.
"Pemain kami, Omar Elabdellaoui, dibawa ke Rumah Sakit Liv tadi malam," bunyi pernyataan resmi raksasa Turki itu. “Sayangnya, dia terluka dalam insiden di rumahnya dan mendapat pertolongan pertama di rumah sakit.
"Detail terhadap cedera matanya akan diketahui setelah pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini, dia dalam kondisi sadar dan tidak ada risiko kematian. Kami berharap dia akan kembali pulih secepat mungkin."
Sejumlah sosok penting di Galatasaray, seperti pelatih Fatih Terim, kapten Arda Turan, hingga wakil presiden Adurrahim Albayrak dikabarkan telah menjenguk Elabdellaoui di rumah sakit.
Awalnya, sempat terjadi ketakutan di kalangan fans Galatasaray terkait potensi kematian Elabdellaoui akibat insiden ini. Pada akhirnya, ketakutan itu tak terbukti dan ditegaskan kembali oleh presiden Galatasaray President Mustafa Cengiz.
"Omar Elabdellaoui dalam keadaan sehat. Masih terlalu dini untuk membicarakan [tentang kesehatan jangka panjangnya], tetapi dia semakin membaik. Harapan tidak akan pernah hilang. Saya pikir kita harus menunggu satu atau dua minggu."
Dokter Vedat Kaya, yang merawat Elabdellaoui, menambahkan. "Memang ada cedera di kedua matanya, tapi kondisinya hari ini lebih baik ketimbang kemarin. Dia bisa melihat. Tapi bagaimana kondisi jangka panjangnya? Kita masih belum tahu.
Elabdellaoui, 29 tahun, sudah mencatatkan tujuh penampilan untuk Galatasaray di musim ini. Ia tiba di musim panas kemarin setelah menghabiskan enam tahun di Olympiakos. Pemain berkebangsaan Norwegia ini tercatat pernah memperkuat Manchester City, Stromsgodset, Feyenoord, Eintracht Braunschweig, dan Hull City.


