Sosok kontroversial di persepakbolaan Malaysia, Norizam Tukiman, kembali membuat kehebohan. Pemilik klub Malaysia Super League (MSL) Kelantan FC ini telah memangkas gaji pemain hingga 50 persen.
Pemangkasan gaji hingga 50 persen itu disebabkan Kelantan hanya memperoleh masing-masing satu kemenangan dan imbang di sepuluh pertandingan MSL. Terakhir kali Kelantan menuai tiga poin ketika menaklukkan Penang FC 2-0 pada 5 Maret.
Torehan tersebut tidak menyenangkan hati Norizam. Pria yang merupakan pakar investasi Malaysia ini disebut sudah menahan separuh gaji pemain. Gaji tersisa yang tertahan itu akan diberikan jika Kelantan meraih dua kemenangan beruntun.
“Soal [gaji] pemain harus dipotong 50 persen, dan tidak mendapatkan indeks kinerja utama (KPI), sepuluh kekalahan, satu kemenangan, dan satu seri. Peringkat 13 di liga. Apakah Anda ingin [bonus] KPI penuh? Apakah Anda ingin gaji penuh?” tulis Norizam di akun Facebook pribadinya dikutip laman Utusan.
“Beri saya dua kemenangan, dan [gaji] 50 persen yang ditahan akan dibayar penuh. Anda punya komitmen, dan saya juga punya komitmen. Beri saya kinerja. Pekerja baik kami pertahankan, prestasi buruk kami buang. Dalam saham disebut cut loss, atau ganti dengan yang lebih baik.”
Polemik ini membuat Kelantan bakal diseret ke komite disiplin federasi sepakbola Malaysia (Komdis FAM). Seorang agen pemain lokal mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap pengelolaan klub denghan menahan hak pemain.
Bukan itu saja. Masalah ini juga akan dibawa ke ranah hukum. Meski tidak membeberkan nama tim, Kelantan diyakini sebagai klub yang dimaksud sang agen.
“Saya sudah minta kejaksaan untuk menyampaikan ke [Komdis] FAM. Tim ini benar-benar kebal,” cetus agen yang dikenal sebagai Joe Berbatov melalui akun Twitter pribadinya.
“Berbicara b*** terbang. Kita lihat seberapa kuat tim ini. Kami sudah memperpanjangnya ke Komdis. Kita lihat saja."
