Rencana PSSI untuk menggelar Kongres Biasa pemilihan ketua umum (ketum) dan komite eksekutif (exco) yang baru pada Januari 2020 ternyata memunculkan pro dan kontra. Teranyar, para voter PSSI melakukan pertemuan yang difasilitasi oleh Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN) di Jakarta, Minggu (4/5), untuk membahas hal tersebut.
Berdasarkan klaim mereka, saat ini sudah ada 56 voter yang mendukung secara resmi untuk percepatan waktu kongres pemilihan ketum dan exco PSSI yang baru. Namun dari jumlah itu, yang hadir dalam pertemuan di Jakarta, hari ini, terdapat 41 voter.
"Kami ingin mengajak bicara PSSI dengan baik-baik. Kami meminta untuk mempercepat pemilihan ketum dan exco. Kalau tidak dituruti, kami sebagai voter sudah menyiapkan surat untuk meminta kepada FIFA untuk menggelar kongres sesuai keinginan kami," ucap Esti Puji Lestari, presiden klub Persijap Jepara yang hadir dalam pertemuan itu.
Esti menambahkan, rencananya mereka akan menggelar lagi kegiatan serupa di D.I Yogyakarta, 11 Mei nanti.
"Kami akan mengumpulkan voter lebih banyak lagi di Yogyakarta. Pada dasarnya kami ingin urun rembug, tidak ada agenda tersembunyi. Kami ini adalah anggota yang ingin menyampaikan aspirasi kepada PSSI, tapi sampai saat ini masih kesulitan," jelasnya.
"Jadi, saya sebagai voter ingin dipercepat kongres pemilihan ketua umum dan exco-nya, sesuai dengan konstitusi dan statuta," tambahnya.
Hal senada juga dituturkan wakil ketua Asprov PSSI Kalimantan Barat, Helmi Sukarno. "Kalau tidak melanggar statuta lebih baik lebih cepat," tegas Helmi.
Begitu juga pernyataan yang dilontarkan Nazir Adam selaku ketua Asprov PSSI Nanggroe Aceh Darussalam. "Saat Kongres Luar Biasa (Pemilihan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan, 13 Juni 2019) nanti kewenangan kan sebenarnya punya semua voter bukan penyelenggara. Jadi di situ nanti kami akan coba sampaikan. Kalau memang voter ingin lebih cepat, saya pikir itu hak kami sebagai voter," ujar Nazir.
Sementara itu, Hendri Zainuddin selaku perwakilan dari klub Sriwijaya FC (SFC), mengatakan dengan tegas dukungan pihaknya terhadap KPSN.
"Kami dari SFC mendukung penuh sikap KPSN, karena kami selama ini sangat menjunjung tinggi permainan fair-play. Jadi kalau lihat perjalanan PSSI sekarang, timbul pertanyaan ada apa dengan PSSI ini? Mudah-mudahan tidak ada lagi match-fixing. Itu yang mendasari kami mendukung KPSN," ucap Hendri.
Di sisi lain, ketua umum KPSN, Suhendra Hadi Kuntono, mengatakan pihaknya hanya bersifat ingin membantu para voter PSSI dalam menyampaikan aspirasi mereka.
"Sebenarnya pertemuan ini inisiatif dari seluruh voter, kami pun mengundang semua voter. Jadi semua ini tergantung dari voter sendiri untuk PSSI ke depannya seperti apa," kata Suhendra.
Goal Indonesia