Era baru di Paris Saint-Germain dimulai, dengan Vitinha menjadi bagian dari proses itu menyusul kepindahannya dari FC Porto.
Pemain internasional Portugal itu ditambahkan ke jajaran tim bertabur bintang di Parc des Princes setelah menemukan kembali sentuhan terbaiknya.
Masa peminjaman di Liga Primer bersama Wolverhampton pada 2020/21 tidak berhasil, tetapi dia sekarang menjadi prospek panas setelah dihubungkan dengan jawara Ligue 1, menyusul penampilan impresifnya di Portugal.
Berapa biaya PSG untuk mengontrak Vitinha?
Gelandang itu ditebus oleh PSG dari Porto sebesar €40 juta (£34 juta / $42 juta).
Jawara Prancis itu akan menganggap kesepakatan tersebut sebagai investasi untuk masa kini dan masa depan mereka, dengan masih banyak potensi yang bisa dikembangkan dalam permainan Vitinha.
Dia telah menandatangani kontrak berdurasi lima tahun dengan Les Parisiens, mengikatnya hingga 2027.
Siapa Vitinha dan mengapa PSG mengontraknya?
Vitinha adalah jebolan akademi Porto dan bergabung dengan raksasa Portugal itu saat berusia 11 tahun.
Dia melakoni debut seniornya dalam pertandingan melawan Varzim pada 14 Januari 2020 sebelum melakoni pertandingan di liga saat berhadap dengan Gil Vicente dua pekan kemudian.
Dengan waktu pertandingan yang terbatas dan Porto harus mematuhi peraturan Financial Fair Play, pinjaman selama satu musim di Wolves akhirnya disetujui pada September 2020.
Vitinha tidak tak kunjung bermain untuk Wolves sampai menghadapi Manchester United pada bulan Desember dan hanya mencetak satu gol - dalam pertandingan Piala FA dengan Chorley - dalam 22 penampilan di semua kompetisi.
Wolves memutuskan untuk tidak mengaktifkan opsi pembelian sebesar €20 juta, tetapi sekarang mereka mungkin menyesali keputusan itu.
Sekembalinya ke Porto, Vitinha dengan cepat mendapatkan tempat di jantung sistem 4-4-2 Sergio Conceicao, dengan kemampuannya membawa bola dan memberikan umpan yang memungkinkannya untuk mencatatkan empat gol dan tiga asis dalam 47 pertandingan.
Musim yang produktif di level klub membuat Vitinha mendapat tempat di timnas Portugal pada Maret 2022, dengan debut untuk negaranya ia lakoni dalam kemenangan di play-off Piala Dunia atas Macedonia Utara yang membawa mereka ke Qatar akhir tahun ini.
Dia akan berharap untuk tetap terlibat hingga kompetisi yang akan berlangsung pada bulan November itu, tetapi menghadapi persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di PSG - setelah menolak tawaran dari Manchester United untuk menuju Paris - dan perlu membuktikan kualitasnya lagi.
Apa selanjutnya untuk PSG?
Kesepakatan terbesar PSG musim panas dilakukan sebelum, jendela transfer dibuka, dengan Kylian Mbappe berbicara untuk kontrak baru di ibu kota Prancis dan menolak tawaran dari Real Madrid.
Tetapi, Les Parisiens juga kehilangan incaran mereka yakni Aurelien Tchouameni, yang lebih memilih untuk merapat ke Santiago Bernabeu.
PSG kini masih terus bekerja untuk menambah kekuatan pasukan mereka, dengan juara Ligue 1 itu dilaporkan tertarik pada striker Bayern Munich Robert Lewandowski - meskipun ia tampaknya lebih senang untuk berseragam Barcelona.
Ada pembicaraan lain tentang minat yang ditunjukkan pada bintang Leeds United Kalvin Phillips, tetapi Vitinha telah tiba dan kedatangan pemain internasional Inggris itu tidak mungkin terjadi.
Sementara itu, Les Parisiens juga erat dikaitkan dengan winger Barca Ousmane Dembele yang berstatus agen bebas per 1 Juli ini, dan hingga sekarang masih belum jelas bagaimana masa depan sang penyerang.
Gelandang Lille Renato Sanches juga masuk dalam radar PSG, yang bersaing dengan AC Milan untuk mendapatkan jasa gelandang Portugal lainnya.
Di sisi lain, PSG juga harus kehilangan pemain mereka. Angel Di Maria menjadi yang paling ramai diperbincangkan setelah tak diberi perpanjangan kontrak, sementara Mauro Icardi tampaknya juga tidak betah di Paris karena mendapat persaingan sengit di lini serang dari Neymar, Mbappe dan Lionel Messi.




