Mahkamah Agung menyampaikan kabar baik bagi Vitesse pada Jumat pagi: putusan tanggal 3 September 2025 yang mengizinkan klub asal Arnhem tersebut untuk berkompetisi di liga sepak bola profesional dapat tetap berlaku.
Ini menandai tonggak hukum penting bagi Vitesse dalam pertarungan berkepanjangan dengan KNVB. Jaksa Agung Mahkamah Agung merekomendasikan agar Mahkamah Agung mempertahankan keputusan Pengadilan Tinggi Arnhem pada bulan September yang menangguhkan pencabutan lisensi tersebut.
Putusan pengadilan banding tersebut tetap berlaku untuk saat ini. Dengan demikian, Vitesse tetap mempertahankan lisensi sepak bola profesionalnya untuk saat ini.
Tanggapan Vitesse
Melalui situs web klub, Vitesse menanggapi kabar positif ini. Claudia Lap, ketua Dewan Komisaris, angkat bicara. “Kasus ini belum memiliki pemenang, waktu adalah dan tetap menjadi musuh kami. Pada akhirnya, yang terpenting adalah kami tidak ingin bermain secara sementara, tetapi ingin bermain secara permanen.”
“Untuk itu, kami membutuhkan Persetujuan Perubahan Kepemilikan dan lisensi. Mengenai kedua hal tersebut, kami telah melakukan konsultasi intensif dengan KNVB dan Komisi Lisensi selama berbulan-bulan. Konsultasi tersebut kini berada pada tahap akhir. Kami berharap hal ini segera diselesaikan, karena kami membutuhkan setiap minggu dalam persiapan untuk musim baru,” lanjut Lap.
Namun, Lap menutup pernyataannya dengan nada positif. “Kami menganggap ini sebagai sinyal hukum yang penting dan akan terus berupaya dengan tekad yang sama untuk memastikan masa depan klub kami secara permanen.”
Untuk kegiatan sehari-hari di dalam Vitesse, saat ini tidak ada yang berubah. Klub tetap fokus pada stabilitas olahraga, organisasi, dan keuangan, demikian tertulis dalam siaran pers.
