Vinicius Junior enggan memberikan komentar mengenai kegagalan Real Madrid mendatangkan Kylian Mbappe dari Paris Saint-Germain, dan menegaskan dirinya sebagai fan pemain asal Prancis tersebut.
Vini telah memperlihatkan performa mengesankan pada musim ini. Ia telah melesakkan empat gol dari empat pertandingan Madrid. Performa itu membuat fans Madrid melupakan kegagalan klub mendatangkan Mbappe di bursa transfer musim panas lalu.
Saat disinggung mengenai keinginan fans Madrid agar Mbappe didatangkan pada musim depan, Vini enggan memberikan jawaban langsung. Pemuda berusia 21 tahun ini hanya menyebutkan Mbappe sebagai pemain hebat.
“Mbappe pemain hebat, saya sangat suka dia. Saya juga fan dia. Saya yakin dia akan mendapatkan musim yang bagus bersama PSG. Kita lihat saja apa yang akan dia lakukan untuk masa depannya,” ujar Vini dikutip laman AS.
Penampilan ciamik Vini juga mengundang pujian dari Karim Benzema. Menurut Benzema, Vinicius merupakan pemain spesial, dan telah membuktikan dirinya pantas berseragam Madrid.
“Bermain bersama Karim sungguh luar biasa. Saya selalu menjadi fan besar dia sejak saya masih kanak-kanak. Sebuah kehormatan bisa bermain bersama dia. Dia selalu membantu saya. Dia merupakan salah satu pemain terbaik dalam sejarah,” sanjung Vini.
“Dia selalu mengajak saya berkomunikasi, baik di dalam maupun luar lapangan. Itu membantu saya. Di lapangan, kami banyak berbicara. Sebelum pertandingan, dia bilang saya akan membantu dia mencetak gol.”
Madrid akan mengawali perjalanan mereka di Liga Champions Eropa melawan Inter Milan, Kamis (16/9) dinihari WIB. Di ajang ini Vini mempunyai pengalaman buruk. Di musim pertamanya bersama Madird, Vini mendapatkan cedera.
Pada tahun 2020, Vinicius tidak dimainkan melawan Manchester City. Sedangkan di tahun ini ditempatkan sebagai bek kanan ketika menghadapi Chelsea. Vini menyatakan, ia mendapatkan pengalaman berharga dalam perjalanan karirnya.
“Semua itu membuat Anda semakin matang sebagai pesepakbola. Saya berharap musim ini segala sesuatunya berjalan dengan baik, lolos ke final, dan memberikan gelar juara ke-14 untuk Madrid,” kata Vini.
“Itu bisa terjadi karena kami merupakan tim terbaik di dunia, pemain di sini adalah para juara. Fans meyakini itu. Kami harus bekerja keras untuk mencoba meraih kemenangan.”


