Pelatih Villarreal, Unai Emery, membawa tim terbarunya ke final dengan cuma kebobolan tiga gol dan mencatatkan lima clean sheet sejak fase gugur alias babak 32 besar.
Ketika Manchester United mendarat di Gdansk, mereka akan merasakan beban di pundak. Berstatus sebagai favorit, momen ini juga kesempatan meraih trofi pertama pada era Ole Gunnar Solskjaer.
Ada alasan masuk akal untuk meyakini bahwa United bakal mendapatkan trofi.
Villarreal finis di urutan ketujuh LaLiga. Posisi yang lumayan untuk El Submarino Amarillo meski bukan yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara Man United adalah runner-up Liga Primer Inggris. Skuad Setan Merah pun menyelesaikan musim dengan tidak terkalahkan pada partai tandang!
Musim ini, Villarreal cuma meraup lima dari kemungkinan 24 poin melawan tim empat besar LaLiga: Atletico Madrid, Real Madrid, Barcelona, dan Sevilla. Itu catatan jelek lawan yang bisa menambah kepercayaan diri United. Itu pun belum memasukkan rekor melawan Real Sociedad dan Real Betis yang masing-masing finis di tempat kelima dan keenam, dan total Mario Gaspar dkk hanya meraih delapan dari kemungkinan 36 poin!
GettyNamun, Villarreal lolos ke final dengan mengalahkan Arsenal. Tim arahan Emery bahkan hampir memenangkan semua laga sejak fase grup. Tapi, mereka sempat diimbangi 0-0 oleh The Gunners pada leg kedua semi-final dan pada babak grup melawan Maccabi Tel Aviv yang berakhir dengan skor 1-1.
Ya, strategi yang diterapkan Villarreal bakal bergantung pada kebugaran full-back pinjaman Tottenham Hotpurs, Juan Foyth, dan winger Samuel Chukwueze.
Keduanya terkoneksi dengan brilian di pos sayap kanan saat Villarreal kandaskan Arsenal 2-1 pada leg pertama di Stadion de la Ceramica, kombinasi keduanya jadi muasal gol pembuka yang dicetak Manu Trigueros.
GettyChukwueze menawarkan kecepatan dan eksplorasi lini serang, sementara Foyth membantunya dengan menyisir maju.
Taktik yang berjalan sangat efektif sebelum Foyth dihantam cedera hamstring pada babak kedua. Apes, Chukwueze juga kemudian cedera dalam laga di Stadion Emirates. Ia digantikan pemain muda, Yeremi Pino, hanya setengah jam setelah sepak mula.
Meskipun dikhawatirkan akan absen selama sisa musim ini, keduanya tentu diharapkan cukup bugar untuk tampil di Gdansk. Meskipun Pino dan bek kanan Mario Gaspar adalah deputi yang cakap, tapi mereka terhitung tidak menunjukkan ancaman yang sama.
Gelandang United bakal bentrok melawan Trigueros, Dani Parejo dan Etienne Capoue di tengah. Nama terakhir bukan nama asing soalnya pernah berkostum Spurs dan Watford.
Dalam dua pertemuan kontra Arsenal, mereka membuat hidup Thomas Partey sangat sulit. Pada leg pertama khususnya, mereka menemukan ruang di antara posisi tengah dan depan yang dieksploitasinya. Partey kelimpungan untuk menebak pergerakan dan menyamai intensitas mereka. Trigueros menebar ancaman dengan kemampuan untuk beralih dengan mudah antara bermain melebar dan secara sentral.
Sementara untuk menggedor pertahanan lawan, Villarreal punya Gerard Moreno. Striker berusia 29 tahun itu telah mencetak 29 gol di lintas ajang musim ini. Di daftar top skor LaLiga, ia cuma satu setrip di bawah sang El Pichichi, Lionel Messi.
Emery menyimpan bagasi bagus untuk pasangan untuk Moreno di lini depan. Ada mantan pemain Barcelona dan Borussia Dortmund, Paco Alcacer, atau eks penyerang AC Milan, Carlos Bacca.
Ketimbang Bacca, Alcacer mencetak lebih banyak gol musim ini. Tapi, nama pertama berada dalam performa yang lebih baik setelah mencetak hat-trick melawan Sevilla, dua pekan lalu.
Lebih dari segalanya, Emery bagaimanapun telah mengubah Villarreal menjadi tim yang sulit dikalahkan di Liga Europa. Tidak dimungkiri, tren kinclong tersebut berkat andil besar duet bek tengah, Raul Albiol dan Pau Torres.
(C)Getty imagesAlbiol tidak perlu diperkenalkan lagi kayaknya. Ia pernah empat tahun di Real Madrid dan enam musim di Napoli. Sementara Torres menjalani musim yang paling mengesankan dalam kariernya. Kini, bek berusia 24 tahun itu pun jadi salah satu pemain bertahan paling menarik di Eropa.
Man United berada di antara klub-klub yang dikaitkan dengan Torres. Solskjaer akan memantau penampilannya dengan animo tinggi. Jebolan akademi Villarreal tersebut cuma perlu mengulang penampilan pada leg kedua kontra Arsenal untuk melihat seberapa efektif lini belakang timnya.




