Pelatih Villarreal, Unai Emery, menegaskan bahwa menghadapi mantan klub bukan hal baru baginya yang dalam konteks ini adalah Arsenal.
Terkini, Villarreal memastikan tempat di semi-final Liga Europa seusai mengalahkan Dinamo Zagreb dengan skor 2-1 pada leg kedua perempat-final Liga Europa di Stadion de la Ceramica, Jumat (16/4) dini hari WIB.
Gol kemenangan tim Kapal Selam Kuning masing-masing dicetak oleh Paco Alcacer pada menit ke-36 dan Gerard Moreno (43’). Sementara sebiji gol hiburan Dinamo disumbangkan Mislav Orsic (74’).
Dengan hasil ini, Villarreal lolos ke empat dengan keunggulan agregat 3-1 dan dijadwalkan bersua Arsenal pada 29 April serta 6 Mei mendatang.
"Pertama-tama, saya sudah terbiasa bertemu dengan mantan tim. Jadi, laga kontra Arsenal, tempat saya pernah melatih, bukanlah hal baru sebagai sebuah pengalaman,” ucap Emery dalam sesi jumpa pers pasca-laga.
“Kami akan menghadapinya dengan kerendahan hati, kebanggaan, dan tanggung jawab. Ini adalah kesempatan untuk menempatkan Villarreal di anak tangga teratas sepakbola Eropa,” tutur pelatih berusia 49 tahun itu.
"Kuncinya adalah menikmati apa yang telah kami lakukan sejauh ini dan menikmati kesempatan untuk memecahkan rekor sampai ke final,” pungkasnya.
Terhitung, Emery cuma 18 bulan melatih Arsenal sebelum dipecat sejak ia ditunjuk sebagai suksesor Arsene Wenger pada 23 Mei 2018.
Selain tren jelek Arsenal kala itu, Emery juga dikritik lantaran dianggap kurang cakap dalam berbahasa Inggris.
Komunikasi buruk tersebut dianggap banyak pihak menjadi kendala para pemain The Gunners sulit memiliki hubungan baik dan mencerna maksud pelatih asal Spanyol itu.
Pierre-Emerick Aubameyang, Alex Lacazette, dan Granit Xhaka menjadi salah tiga pemain senior Arsenal yang masih bertahan hingga kini sejak era Emery.
