Suasana di ruang ganti Al Nassr menyingkap kontroversi yang menyelimuti bintang Portugal, Cristiano Ronaldo, selama laga menghadapi Al Ettifaq, setelah klub merilis cuplikan dari dalam ruang ganti yang mengungkap sisi lain sang kapten "Al Alami". Dalam cuplikan itu, pemain tersebut tampak dalam kegembiraan yang meledak-ledak saat merayakan bersama rekan-rekannya dan berteriak karena begitu bahagia usai comeback bersejarah.
Ronaldo sebelumnya memicu banyak pertanyaan selama pertandingan, setelah tampak jelas marah di babak pertama, ketika Al Nassr tertinggal dua gol dan bermain dengan 10 pemain menyusul kartu merah untuk kiper asal Brasil, Bento, sebelum tim berhasil membalikkan keadaan menjadi kemenangan dramatis dengan skor 3-2.
Baca juga: Setara emas, akankah Speertsian menjadi pujaan baru Al Ahli Saudi?
Suasana ruang ganti tersebut memperkuat pernyataan pelatih Al Nassr asal Australia, Ange Postecoglou, yang mengungkapkan bahwa kemarahan Ronaldo di antara dua babak bukan karena perselisihan di dalam tim, melainkan reaksi alami atas ketertinggalan "Al Alami" dan jalannya pertandingan yang tidak sesuai keinginannya.
Postecoglou sebelum laga menghadapi Al Taawoun sempat mengatakan bahwa Ronaldo "bergairah terhadap sepak bola dan bergairah terhadap Al Nassr", seraya menjelaskan bahwa pemain itu marah karena timnya tertinggal, suatu hal yang wajar bagi pemain yang menempatkan kemenangan sebagai prioritas utama, sebelum menegaskan bahwa bintang Portugal tersebut berubah setelah pertandingan menjadi salah satu pemain yang paling meriah merayakan kemenangan.
Anda dapat mendiskusikan berbagai topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"
Kini foto dan video yang dirilis Al Nassr hadir untuk memberikan bukti paling jelas atas hal itu, di mana Ronaldo tampak di tengah rekan-rekannya di dalam ruang ganti, berteriak gembira dan turut merayakan bersama para pemain, dalam pemandangan yang mencerminkan besarnya luapan emosi yang ia alami selama salah satu pertandingan tersulit tim musim ini.
Pemandangan itu membawa ironi yang mencolok; pemain yang sama yang tampak marah dan terpukul selama Al Nassr tertinggal di babak pertama, berubah setelah peluit akhir menjadi kapten yang merayakan bersama tim seolah ia tidak melewati menit-menit menegangkan itu beberapa jam sebelumnya.
Tidak sulit memahami penyebab perubahan ini, sebab Al Nassr tidak meraih kemenangan biasa, melainkan bangkit dari ketertinggalan dua gol meski kalah jumlah pemain, dan mencetak tiga gol di babak kedua untuk memastikan kemenangan atas Al Ettifaq, dalam sebuah comeback yang memperlihatkan karakter tim dan kemampuannya untuk bertarung hingga detik-detik terakhir.






