Langit New York mulai bernapas lega kurang dari 48 jam menjelang dimulainya final Piala Dunia, setelah terjadi perbaikan yang signifikan pada kualitas udara yang sempat mengancam akan mengganggu jalannya pertandingan penutup turnamen tersebut.
Data dari Badan Meteorologi Nasional dan lembaga pemantau kualitas udara AirNow menunjukkan penurunan indeks polusi dari 185 menjadi 170, lalu menjadi 124 saat ini, setelah mencapai puncaknya di angka 264 pada hari Rabu dalam kategori “sangat tidak sehat”, yaitu 15 kali lebih buruk dari rata-rata normal.
Peningkatan ini membuat kota tersebut keluar dari zona ungu yang berbahaya—yang dimasukinya pada hari Kamis—ke zona oranye, yang berarti udara “tidak sehat bagi kelompok rentan” saja, setelah tingkat polusi turun lebih dari 50%.
Pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan tegas pada Jumat dini hari pukul 04.00, di mana mereka menegaskan bahwa “situasi memburuk dibandingkan hari kemarin, dan siapa pun dapat mulai merasakan dampak kesehatan yang berpotensi berbahaya bagi kelompok rentan,” akibat partikel halus PM2.5 yang dihasilkan dari lebih dari 100 kebakaran hutan yang masih berkobar di Kanada, yang dapat meresap ke dalam aliran darah.
Pada skala kualitas udara yang berkisar antara 0 hingga 500, di mana angka 100 dianggap berbahaya bagi kelompok rentan, 150 berbahaya bagi kehidupan normal, dan 200 sangat berbahaya, New York mencatat angka 124 setelah pembagian masker KN95 secara gratis di ratusan lokasi di seluruh lima wilayah kota serta dikeluarkannya rekomendasi untuk mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan.
Prakiraan cuaca memberikan secercah harapan tambahan, karena hujan lebat diperkirakan akan turun pada Sabtu malam di wilayah New York, yang mungkin berkontribusi besar dalam menghilangkan asap tebal tersebut. Meskipun hal ini tidak akan sepenuhnya menghilangkan masalah, namun cukup untuk menyelamatkan pertandingan final dari ancaman penundaan.
