Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Halaman ini berisi tautan afiliasi. Ketika Anda melakukan pembelian melalui tautan yang disediakan, kami dapat memperoleh komisi.
Al Ahli vs Al Riyadh - Saudi Pro LeagueGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Video: Ivan Toney Marah, "Saya Tidak Mengerti Perilaku Suporter Al Ahli!"

Penyerang Inggris Al Ahli Saudi, Ivan Toney, ikut mengkritik suporter timnya usai kemenangan telak atas Al Riyadh di Liga Roshn.

Al Ahli mengalahkan Al Riyadh dengan skor 5-0, dalam pertandingan yang mempertemukan keduanya, Jumat malam kemarin, di Stadion Kota Olahraga Pangeran Abdullah Al Faisal, pada pekan kelima Liga Roshn Saudi.

Toney mengatakan dalam pernyataan seusai laga yang dikutip surat kabar Saudi "Asharq Al-Awsat": "Kami unggul 3-0 di akhir babak pertama, dan penting bagi kami untuk memiliki dukungan suporter."

Ia menambahkan: "Saya merasa suporter melontarkan cemoohan kepada seorang pemain tertentu, dan saya tidak memahami itu. Pemain tersebut tidak melakukan kesalahan apa pun, ia berada di sini dan merupakan bagian dari keluarga. Penting bagi kita semua untuk tetap bersatu dan saling mendukung."

Ia menutup: "Anda tidak bisa mencemooh seorang pemain lalu mengharapkannya tampil bagus. Saya tidak memahami itu. Ia berada di negara yang berbeda, ia masih muda, dan tekanan besar tengah menimpanya. Kami berdiri di sisinya, kami bersama, dan itulah yang dilakukan sebuah keluarga."

Toney merujuk pada cemoohan yang dilontarkan suporter kepada gelandang Ukraina Al Ahli, Artem Bondarenko, yang datang dari Shakhtar Donetsk, dan cemoohan itu tidak berhenti sejak awal hingga akhir pertandingan.

Perlu dicatat bahwa suporter Al Ahli sebelumnya sempat melancarkan kampanye untuk mencegah perekrutan gelandang Ukraina tersebut, dengan alasan kebutuhan akan pemain yang lebih baik di lini tengah, sebelum akhirnya klub bersikeras merekrutnya.

Transfer itu memicu kemarahan suporter, terutama terhadap mantan direktur olahraga asal Portugal, Rui Pedro Braz, sebelum keputusan pemberhentiannya dari jabatan dikeluarkan pada Kamis dua hari lalu.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google