Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

لامين يامالEPA

Diterjemahkan oleh

Video: Ferdinand: Yamal, "Suara Umat Muslim" dalam Perjuangan Melawan Rasisme

Legenda sepak bola Inggris dan mantan bintang Manchester United, Rio Ferdinand, mengungkapkan kekagumannya yang mendalam terhadap keteguhan moral yang ditunjukkan oleh pemain muda timnas Spanyol, Lamine Yamal, dari klub Barcelona, dalam menghadapi praktik-praktik rasisme meskipun usianya masih sangat muda.

Dukungan di Tengah Pelecehan

Sikap Ferdinand ini mendukung Yamal setelah yang terakhir mengalami pelecehan rasial selama pertandingan puncak antara Barcelona dan Atletico Madrid Sabtu lalu, dalam rangkaian pertandingan putaran ke-30 Liga Spanyol.

Bintang Inggris itu juga menyoroti sikap pemain muda tersebut terhadap teriakan anti-Islam yang dilontarkan oleh sebagian penonton selama pertandingan persahabatan antara Spanyol dan Mesir pekan lalu, ketika teriakan "Siapa yang tidak melompat, dia Muslim" menggema di tribun.

Suara yang melampaui batas lapangan

Dalam video yang diunggah melalui akun resminya di platform "X", Ferdinand menegaskan bahwa nilai Lamine Jamal kini melampaui bakat sepak bolanya.

Dia berkata, "Yang benar-benar membuat saya kagum adalah dia lebih dari sekadar atlet; dia memanfaatkan posisinya saat ini untuk menyoroti fenomena kebencian terhadap Muslim di stadion."

Ferdinand melanjutkan dengan menjelaskan makna dari sikap ini: "Kita dihadapkan pada seorang pemuda berusia 18 tahun, yang berbicara dengan berani dan jelas, tanpa menunggu bertahun-tahun pengalaman untuk menyatakan sikapnya. Dia telah mengambil keputusan sendiri untuk menolak pelanggaran-pelanggaran ini," sambil menggambarkannya sebagai tindakan yang tidak menghormati, melampaui batas yang dapat diterima, dan termasuk dalam kategori rasisme yang harus diungkap di hadapan semua orang.

Pujian atas postingan bersejarah

Ferdinand menggambarkan nada yang digunakan bintang Barcelona dalam balasannya di platform "Instagram" sebagai "sempurna sekali", merujuk pada kecaman tegas sang pemain terhadap yel-yel tersebut.

Lamine Yamal telah menjadi sorotan dengan penolakannya yang tegas terhadap ejekan terhadap agama, menegaskan dalam postingannya: "Saya seorang Muslim, dan alhamdulillah."

Dalam pesan publiknya, Yamal menjelaskan bahwa ia menyadari bahwa yel-yel tersebut ditujukan untuk memprovokasi tim lawan dan bukan secara langsung kepadanya, namun ia menambahkan, "Sebagai seorang Muslim, saya melihat bahwa perilaku ini merupakan bentuk ketidakhormatan yang sama sekali tidak dapat diterima."

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google